|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
Sepakat pererat kerjasama
Sulut-Filipina Siap Tangkal Aksi Teroris di Perbatasan
Laporan: Marcelino Palilingan dari Davao City, Filipina
|
Gubernur Sulut Drs SH Sarundajang mengatakan, Pem-prop Sulut akan me-libatkan diri dalam menyelesaikan ma-salah di daerah per-batasan Indonesia dan Filipina. Sebab dalam memaju-kan perekono-mian di daerah perbatasan, membutuhkan keamanan dan pembangunan yang harus saling mendukung.
“Keamanan dan pembangu-nan harus disin-kronkan. Sebab ke-amanan tanpa pem-bangunan tidak mencapai kesejah-teraan. Oleh karena itu, pembangunan dan keamanan dibu-tuhkan pendekatan yang menyu-luruh. Artinya, peran Peme-rintah Propinsi Sulut bersama aparat keamanannya sangat dibutuhkan,” ungkap Sarun-dajang pada acara pertemuan dengan militer Filipina ber-sama pihak TNI AL yang di-pimpin Danlantamal Laksa-mana Moh Eddy Murjianto bersama Kasrem Kolonel Hot-ma Sibarani di Hotel Grand Regal, Selasa (27/06) kemarin.
Pada pertemuan itu, sempat dibahas sejumlah agenda penting agar lebih mempererat hubungan harmonis antarke-dua negara. Salah satunya menyangkut penanganan ma-salah teroris. Menurut Ko-mandan Militer Pangkalan Angkatan Laut Filipina Sela-tan, Ferdinand Goles, dalam meningkatkan keamanan terutama menangkal teroris perlu dilakukan patroli bersama antarkedua negara selama empat kali dalam setahun. “Kami sangat senang kalau hubungan Indonesia dan Filipina lebih dipererat lagi terutama kerjasama di bidang keamanan dan pem-bangunan,” tukas Goles.
Gubernur Sarundajang bah-kan Walikota Davao City, Ro-drigo Durtete sangat merespons untuk membasmi teroris, guna mewujudkan pembangunan di daerah perbatasan. “Walikota Davao bahkan sangat setuju kalau penanganan teroris dilakukan secara cepat dan keras,” ungkap Sarundajang.
Lebih lanjut, menurut Sarun-dajang, menyangkut kerjasama pengiriman barang di Border Crossing Area (BCA) di kedua negara, nilai barang di bawah US$ 250. Sebab dikhawatirkan jika melebihi dari jumlah ini, sangat rawan berpotensi terja-dinya penyelundupan senjata api, psikotropika, uang palsu, serta illegal fishing. “Tentunya pos-pos berbatasan harus diperluas untuk mengantisipasi penyelundupan barang-barang ilegal ini,” tukas gubernur yang akrab dengan sebutan SHS ini.(**)
|
|