|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
Hip-Hop ala Deutschland
Catatan: Friko Poli
|
SEMENJAK di-tunjuk menangani timnas sepakbola Jerman, kri-tikan pedas banyak dialamatkan kepada Jurgen Klinsmann. Bah-kan rekan setimnya dulu, Lothar Mat-theus turut membombardir gaya kepelatihan Klinsi, yang dinilai
mengubah karakter Tim Panzer. Jerman (Deutschland) dulunya dikenal sebagai tim yang pelan (lambat panas) tapi keras. Tapi di tangan Klinsi, perubahan total dilakukan.
Jerman tidak lagi terlalu mengandalkan pertahanan, tapi cenderung mengutama-kan permainan menyerang yang kreatif. Klinsi adalah seorang penggemar musik hip-hop, yang disimbolkan sebagai musik ‘pemberontakan’ terha-dap musik-musik klasik. Itu juga yang dilakukannya terha-dap tim Jerman. Gaya cepat menyerang secara mematikan dengan kombinasi serangan sayap dan tendangan keras dari luar kotak penalti kombi-nasi permainan one-two, men-jadi ciri khas Michael Ballack dkk di Piala Dunia 2006 ini.
Tak ada lagi Panzer yang lama panas. Begitu peluit kick off dibunyikan wasit, Miroslav Klose dkk langsung tampil ofensif. Hasilnya, 10 gol su-dah dicetak pasukan Klinsi. Kosta Rika dibombardir de-ngan skor 4-2, Ekuador dilu-mat 3-0, Polandia dibekap 1-0 dan Swedia dihancurkan dengan skor 2-0.
Seorang fans Jerman yang saya temui di kereta dari Koeln menuju Fredericshafen yang mengaku bernama Klaus me-ngatakan, Jerman sekarang bukan lagi Panzer. Tapi men-jelma menjadi mobil F1, begitu start langsung tancap gas. ‘’Salut dengan perubahan yang dilakukan Klinsman,’’ katanya.
Klinsman kini dianggap pembaru. Setelah sempat dikritik habis-habisan, sam-pai-sampai parlemen angkat bicara mengkritiknya, kini Klinsi menjadi hero. Mantan striker Inter Milan ini disan-jung. Jerman tidak hanya lolos meyakinkan ke babak perem-pat final, tapi juga bermain sangat atraktif.
Tak heran jika Asosiasi sepakbola Jerman, Deutscher Fußball-Bund (DBF) meng-inginkan Jurgen Klinsmann tetap menjadi pelatih tim na-sional Jerman setelah Piala Dunia 2006 selesai. Gerhard Mayer-Vorfelder, Presiden DBF menyatakan puas de-ngan kinerja Klinsmann.
Klinsman pun makin perca-ya diri setelah perubahannya membawa hasil. Awalnya dia mengatakan, target Jerman hanya sampai perempat final. Kini dua tangga lagi, Jerman menuju final. Klinsmann pun semakin yakin bahwa Jerman terus melaju. “Kami tidak akan berhenti di perempat final, hasrat kami semakin besar,” katanya.
Seiring performa Jerman ini, kritikan pun lenyap. Publik Jerman melihat bahwa polesan Klinsmann ternyata ampuh. Tim Panser yang dulu bermain kaku telah tampil lebih agresif dan enak dilihat. “Pertahanan kami kelihatan stabil, lini tengah kreatif, dan lini penyera-ngan selalu kelihatan berba-haya,” kata Mayer-Vorfelder.
Tapi satu lagi ujian yang harus dituntaskan Klinsi. Apakah gaya hip-hopnya mampu meredam atraksi Tango (Tim Argentina)? Berdasarkan sejarah, sejak 1958, Jerman menang 3 kali dan kalah 4 kali atas Argentina. Dua pertemuan dalam 16 bulan terakhir berakhir imbang. Namun, dalam 6 tahun terakhir, Jerman tidak pernah menang melawan tim kuat seperti Brasil, Belanda, Argentina, Italia, dan Inggris.
Melihat perubahan dan motivasi yang dilakukan tim Jerman, bukan tidak mungkin hip-hop ala Klinsi meredam goyangan Tango. Tunggu saja aksi hip-hop Panzer, eh F1 atau apalah namanya…(***)
|
|