|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Penerimaan AKPOL 2006
Kapolda Didesak Prioritaskan Putra Daerah
|
Kamis (29/06) pagi ini, adalah penentuan lulusan perwira calon Akademi Polisi (AKPOL) di Mapolda Sulut. Sejumlah putra daerah (local boy) terjaring dan siap mengikuti seleksi bersama peserta lain yang notabene berasal dari luar daerah. Menariknya, fenomena ini tak lepas dari perhatian dua organisasi kemasyarakatan dan agama di Sulut.
Semisal pernya-taan kritis yang dilontarkan Ketua Pemuda KGPM Su-lut, Tenny Assa. Di mana ia dengan lan-tang memintakan Kapolda Sulut Brig-jen Pol Drs Yakobus Jacky Uly untuk memberikan prio-ritas khusus bagi kelulusan calon AKPOL putra daerah.
“Ini akan menjadi salah satu parameter penting menilai ki-nerja dan eksistensi Kapolda Sulut yang baru dibawah Ba-pak Yakobus Jacky Uly, bila-mana mampu merespon aspi-rasi kami tadi,” tandasnya sa-at terlibat diskusi ringan dengan Komentar, Rabu (28/06) kemarin.
Menurutnya ada alasan kru-sial yang mendesak organisa-sinya hingga berpi-kiran demikian. Salah satu fakta yang tak bisa di-pungkiri, untuk sa-at ini jenjang karier Perwira Tinggi (Pati) di jajaran Polri yang berpangkat bintang asal Sulut, umum-nya sudah mema-suki usia pensiun. Sementara Perwira Menengah (Pamen) untuk menembus level pati masih memerlukan pengabdi-an sekian tahun. Selebihnya di level Perwira Pertama (Pa-ma) fenomena yang ada seru-pa dengan situasi yang ada di level pamen.
Menariknya lagi, di ketiga level itu, lanjutnya, baik pati, pamen hingga pama, jumlah-nya sangatlah sedikit diban-dingkan putra-putra terbaik asal luar daerah. “Nah, jika dalam penentuan lulusan AKPOL Polda Sulut nanti sampai tidak mengakomodir putra daerah yang saya tahu keseluruhannya memiliki SDM terbaik, ini jelas langkah mundur jajaran Polri di mata masyarakat Sulut,” papar Assa yang juga dikenal seba-gai Sekretaris Presidium Pe-muda Lintas Agama Sulut ini.
Penegasan serupa turut disuarakan Ir Jufry Suak, se-laku Ketua Forum Demokrasi Tou Minahasa. Saat diwawan-carai terpisah, Suak menga-takan bahwa sudah menjadi hal yang lumrah di Sulut disetiap seleksi AKPOL dari tahun ke tahun biasanya perwira menengah asal luar daerah yang lolos.
“Mudah-mudahan kenya-taan seperti ini menjadi catatan serius Kapolda Sulut baru bila ingin mencatatkan tinta sejarah bagi karirnya se-panjang bertugas di Provinsi Sulut. Dan saya sangat opti-mis, Pak Yakobus mampu me-respon dengan baik aspirasi kami ini,” ujarnya.(eky)
|
|