|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
Wapres: Manfaatkan Janda Gaet Turis Arab
|
Wakil Presiden Jusuf Kalla kembali melontarkan pernyataan mengejutkan. Kalau sebelumnya statemen kontroversi wapres terkait ujian nasional, kini orang nomor dua di Indonesia ini menyokong pemanfaatan janda di Indonesia untuk menggaet para turis dari Arab.
Alasan wapres, pemasaran pariwisata bisa berhasil jika disesuaikan dengan segmen dan keinginan para turis itu sendiri. “Kalau banyak turis Timur Tengah datang ke Puncak (wilayah antara Bogor dan Cianjur, red) untuk mencari janda, itu kan bagus namanya,” katanya dalam seminar promosi wisata, Rabu (28/06) seperti dilansir the-jakartapost.com.
Dijelaskan Kalla, turis Timur Tengah yang menikahi janda akan memberi banyak man-faat. Baik untuk si janda dan keluarganya. Bahkan juga du-nia entertainment nasional. “Meski nantinya si turis me-ninggalkannya, kan yang pen-ting janda tersebut sudah pu-nya rumah yang bagus. Mala-han kalau dari perkawinan kontrak itu muncul anak, pas-ti tampan dan cantik. Jadi ma-kin banyak artis sinetron yang sedap dipandang,” ujarnya blak-blakkan.
Perkataan wapres ini menga-cu pada kebiasaan di bebe-rapa daerah di Jawa Barat dan Batam. Di sana banyak pe-rempuan setempat melaku-kan kawin kontrak dengan orang asing, yang kebanyakan pebisnis dari Timur Tengah.
Ternyata meski dilontarkan dengan bercanda, komentar Kalla dikecam keras aktivis HAM perempuan. Pasalnya kawin kontrak dinilai sama saja prostitusi yang dilegal-kan, khususnya bagi perem-puan belum cukup umur yang dipaksa orang tua mereka. Se-baliknya mereka yang setuju dengan kawin kontrak punya alasan sendiri. Menurut me-reka, itu bisa mencegah per-zinahan dan memberi pema-sukan bagi keluarga miskin.
Seperti diketahui, setelah memberikan fasilitas visa-on-arrival (VoA) untuk beberapa negara Timur Tengah, pemerintah RI berharap bisa menarik sekitar 300 ribu turis Arab tahun 2006 ini. Ini jauh meningkat dibanding tahun lalu yang hanya 40.000-an turis Arab.
Sejak peristiwa 11 Septem-ber, banyak turis Arab yang merasa tak nyaman me-ngunjungi Eropa dan AS. Akibatnya mereka lebih memilih Asia Tenggara, khususnya Thailand dan Malaysia. Tahun 2004, Thai-land kedatangan hampir 290 ribu turis Arab. Sedangkan hampir 150 ribu datang ke Malaysia di tahun yang sa-ma.(win/jp)
|
|