|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
Jerman vs
Argentina
Tango tak Takut Moncong Panzer
|
MENGHADAPI babak perempat final, Tim Panzer langsung menggertak. Striker Jer-man, Miroslav Klose mengatakan, Argen-tina sedang apes karena harus berha-dapan dengan Panzer. “Argentina ada-lah salah satu tim favorit untuk menjadi juara. Sayangnya mereka sial, karena harus bertemu dengan kami,” katanya.
Sesumbar Klo-se itu sah-sah saja sebetulnya. Tapi melihat ke-nyataan, Argen-
tina bukanlah tim hebat yang mandul (seperti Inggris atau Italia misalnya). Crespo dkk. mampu membuat rekor fan-tastis menang 6-0 atas Serbia & Montenegro, sebuah rekor yang belum terpecahkan da-lam hajatan Piala Dunia kali ini. Itu artinya, sangat mung-kin bahwa koar-koar Klose itu justru berbalik arah.
Apalagi hingga saat ini, pasu-kan Jose Pekerman itu telah mengumpulkan 10 gol dan ha-nya kebobolan dua kali. Sama dengan perolehan Jerman. Dan tampaknya moncong Pan-zer tidak ditakuti Tango. Buk-tinya, winger Argentina Carlos Tevez menyatakan tidak gentar.
“Mereka (Jerman) tubuhnya tinggi-tinggi. Kalau diajak ber-kelahi, saya pasti takut. Tapi selama bertanding sepakbola, saya sama sekali tidak takut,” ujar Tevez.
Striker utama Tango Javier Pedro Saviola menambahkan, motivasi timnya semakin be-sar. “Saya pikir inilah salah satu partai terpenting sepan-jang karir,” kata Saviola “Apa-bila kami berhasil lolos, keper-cayaan diri kami semakin me-ningkat,” kata pemain yang kerap dijuluki “Little Rabbit” itu.
Saviola sangat yakin kali ini timnya mampu mengungguli pasukan Jurgen Klinsmann. “Kami punya peluang bagus untuk memenangkan pertan-dingan. Katakanlah, peluang Argentina 60 berbanding 40,” katanya yang baru menoreh 10 gol dari 34 pertandingan in-ternasionalnya bersama Ar-gentina. Saviola percaya ke-dua tim akan berupaya untuk mencetak gol terlebih dahulu. “Saya kira, dengan kualitas para pemain di lapangan, ke-dua tim tentu akan ngotot un-tuk mencetak gol pertama. Tim yang mampu mencetak gol lebih dahulu akan mem-punyai keuntungan,” kata striker Sevilla yang dipinjam-kan dari Barcelona itu. Kare-nanya, tambah Saviola, “Kami harus tampil tetap menyerang dan menyerang. Itulah ciri khas tim kami.”
Striker mungil yang memulai debutnya bersama Argentina ketika berhadapan dengan Pa-raguay, 16 Agustus 2000, itu mengaku tidak peduli dan khawatir dirinya bakal ber-hadapan dengan barisan de-fender Jerman yang berpostur raksasa. “Saya telah terbiasa bermain melawan defender yang jauh lebih tinggi, 50 sam-pai 80 cm. Saya tidak memi-kirkan hal tersebut. Jika itu saya lakukan, buat apa saya tu-run ke lapangan,” tegas Saviola.
Menurut Saviola, ada dua hal yang layak dicermati re-kan-rekan timnya saat per-tandingan melawan Jerman Jum’at ini. Pertama, “Kami ha-rus tetap bermain dengan bo-la-bola pendek, cepat dan me-nyusur tanah, persis seperti yang kami mainkan saat me-lawan Serbia dan Montenegro. Jika kami bermain di udara, tentu itu keuntungan bagi Jer-man,” katanya. Kedua, “Jang-an terpengaruh dengan at-mosfir pertandingan dan ‘me-lawan’ keputusan wasit,” kata Saviola menunjuk kredibilitas wasit asal Slovakia, Lubos Mi-chel yang ditunjuk FIFA untuk menjadi pengadil di partai “ulangan” babak final PD 1986 dan 1990 itu.(lbc/dts)
|
|