HOME : FOOTBALL

Headlines News  

30 June 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro). Terbit 40 Hal.  Color-BW, Alamat: Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone: (0431) 879799,  Fax: (0431) 879798 

Iran Ajak Indonesia Bermain Nuklir


Sorotan Amerika Serikat (AS) terkait nuklir, tidak membuat Iran ciut. Menariknya, Iran malah mengajak Indonesia untuk bermain dengan nuklir. Tapi tentu ajakan ini untuk hal yang positif. Selain itu, Iran juga mengajak Indonesia untuk mengembangkan tek-nologi maju lainnya, seperti teknologi informasi dan tek-nologi mesin. 
Ajakan ini disampaikan Menristek Irak Mohammad Mehdi Zahedi saat berkunjung ke Institut Teknologi Bandung (ITB), Jl. Ganesha, Bandung, Kamis (29/06). 
Pada kesempatan itu, Mehdi menegaskan menolak peng-gunaan nuklir untuk hal-hal yang mengganggu perdamai-an. “Kami mengutuk segala macam penelitian yang ber-tujuan tidak damai,” ujar dia seperti dilansir detik. 
Saat ini, menurut dia, antara Iran dan Indonesia telah ber-sepakat membentuk komisi gabungan. Komisi gabungan antara kedua negara ini ber-tujuan untuk mengembang-kan berbagai penelitian ilmu pengetahuan di bidang tek-nologi. “Kami siap kerja sama dengan negara-negara Islam untuk memajukan masalah teknologi,” kata dia. 
Negara Iran, menurut dia, memang tengah memfokus-kan diri untuk membangun negara yang berbasis pengem-bangan di bidang berbagai ilmu pengetahuan. Ia mem-perkirakan dalam waktu 20 tahun ke depan negara Iran menjadi salah satu negara yang memproduksi pengem-bangan teknologi ilmu penge-tahuan. 
Untuk mewujudkan hal itu, pemerintahan Iran telah me-wajibkan setiap wilayahnya yang berpenduduk hingga 30 ribu orang agar membangun perguruan tinggi. Bahkan, me-nurut dia, saat ini di dalam kabinet pemerintahan Iran di bawah pimpinan Presiden Mahmoud Ahmadinejad ham-pir 50 persen menteri ber-pendidikan setingkat profesor. 
Saat ini, lanjut Mehdi, ham-pir 50 persen lebih mahasiswa di Iran adalah kaum perem-puan. Pemerintahan Iran juga akan meningkatkan jumlah mahasiswanya dari 2,3 juta hingga 3,7 juta. 
“Kita kurang menguasai ma-salah hukum internasional. Barat yang membuat atu-rannya dan kita sering ditipu. Misalnya persoalan per-kapalan dan asuransi. Ma-salah ini akan menjadi fokus lebih, agar tidak tertipu lagi,” ujar dia.(dtc) 




  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin