HOME : FOOTBALL

Headlines News  

30 June 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro). Terbit 40 Hal.  Color-BW, Alamat: Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone: (0431) 879799,  Fax: (0431) 879798 

Kisah senator Illinois, Barack Obama
Jebolan SD Indonesia, Kandidat Presiden AS


BARACK Obama sangat terkenal di Illinois, Amerika Serikat (AS). Maklum, dia adalah senator AS dari negara bagian tersebut. Tapi, banyakkah orang yang tahu, dia pernah mengenyam Sekolah Dasar (SD) di Indonesia? Ya, Barack Obama memang senator AS jebolan sekolah Indonesia. 
Dari wajahnya, Barack memang tidak memiliki darah Indonesia. Ibu kandungnya, Stanley Ann Dunham, adalah orang Kansas, AS, berkulit putih. Sedangkan ayahnya , Barack Husein Obama, berasal dari Kenya, berkulit hitam. Waktu Barack dilahirkan, kedua orangtuanya adalah mahasiswa di East-West Center di Universitas Hawaii di Manoa. 
Tapi, mengapa Barack bisa bersekolah di Indonesia? Memang panjang ceritanya. Pria murah senyum kelahiran 4 Agustus 1961 ini mulai menyedot perhatian dunia karena pidato utamanya pada Konvensi Nasional Partai Demokrat 2004 lalu. Saat itu, ia menjadi senator negara bagian Illinois. Tahun itu juga, Obama pun terpilih sebagai orang keturunan Afrika pertama yang memenangkan pemilihan ke Senat AS dari Partai Demokrat dari Illinois. 
Barack mulanya memeluk agama Islam, mengikuti agama ayahnya. Namun, kemudian dia pindah menjadi agama Kristen, setelah ayah dan ibunya bercerai. Ibu dan ayahnya berpisah saat Obama masih berumur dua tahun. 
Ann Dunham kemudian menikah lagi. Tak disangka, pria yang dipilihnya adalah warga negara Indonesia (WNI) yang saat itu juga seorang mahasiswa East-West Center yang mengambil doktor di bidang geografi. Pria yang kemudian menjadi ayah tiri Obama itu bernama 
Lolo Soetoro. 
Setelah Ann-Lolo menikah dan lulus, pasangan ini ke-mudian pindah ke Indonesia tahun 1960-an. Barack yang mempunyai nama kecil ‘Barry’ juga diboyong ke Jakarta. Saat tinggal di Jakarta, pasangan Ann-Lolo dikarunia anak se-orang perempuan. Adik Bar-rack ini bernama Maya Soetoro-Ng. 
Beberapa tahun menikah, Ann dan Lolo kemudian ber-cerai. Entah apa yang mem-buat pasangan ini bercerai. Tapi, diduga Ann merasa ku-rang diperhatikan Lolo, gara-gara Lolo yang seorang geo-logis ini harus pergi ke Papua mengikuti program tentara Indonesia. Akhirnya, ketika berusia 10 tahun, Barack dan ibunya pun meninggalkan In-donesia. Barack kemudian kembali ke Hawaii dan diasuh kakek-neneknya, Madelyn Dunham. 
Lantas, ke mana Maya Soe-toro, adik Barack? Maya Soe-toro juga ikut diboyong Ann Dunham ke AS. Kini, Maya menjadi dosen di Universitas Hawaii. Sedangkan Lolo Soto-ro sudah meninggal pada 2 Maret 1993. 
Selama di Hawaii, Barack Obama disekolahkan oleh ibu-nya di sekolah yang bagus. Se-telah meninggalkan SD di In-donesia, sesampai di Hawaii, Barack masuk sekolah kelas lima di Punahou School. 
Lantas SD mana di Jakarta yang pernah menjadi tempat belajar Barack? Ini yang be-lum terkuak. Dia disebut-se-but sekolah di sebuah madra-sah (sekolah Islam). Tapi, sekolah apa tepatnya, tidaklah jelas. 
Barack telah menulis bio-grafinya dengan judul ‘Dreams From My Father: A Story Of Race And Inheritance Reviews and Compare’. Buku ini laris manis. Sayang, di bukunya itu juga tidak disebutkan pernah bersekolah di mana Barack saat tinggal di Indonesia. 
Barack orang yang brilian. Pendidikan sarjananya dia dapatkan dari Fakultas Hukum Columbia Unversity dengan predikat magna cumlaude. Setelah lulus, dia sempat bekerja sebagai pengacara di New York dan Chicago. Setelah itu, dia maju dalam pemilu di Illionis pada 1997. Dia terpilih sebagai senator di negara bagian itu. 
Tahun 2004 lalu, dia meng-ikuti pemilihan senator AS dari Illinois. Menyisihkan ba-nyak kandidat, dia akhirnya menjadi orang pertama ketu-runan Afrika yang terpilih sebagai senator AS dari Illiois atau menjadi orang kelima ke-turunan Afrika dari semua ne-gara bagian yang menjadi senator AS. Sudah banyak yang dilakukan olehnya, sehingga menjadi terkenal. Bahkan, dia disebut-sebut sebagai calon presiden AS untuk 2008! (dtc) 



  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin