|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Ibadah
Pelantikan Rektor UKIT Diinterupsi
|
Ibadah pelantikan Rektor UKIT bersama kelengkapan yayasan AZR Wenas lainnya di gereja Sion Tomohon, Senin (20/03) kemarin diwarnai interupsi dari Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEM) UKIT dan GMKI Tomohon.
Rektor UKIT yang dilantik berdasarkan SK Yayasan AZR Wenas nomor 15 itu adalah Ir Piet Wongkar MSi, menggantikan Dr AO Supit. Sedang Pdt Dr RAD Siwu yang dilantik YPTK sebagai rektor, oleh Yayasan Wenas dianggap tidak sah.
Suasana ibadah tampak tegang, begitu sejumlah mahasiswa mengetok kursi berkali-kali, meminta interupsi. Pdt Dr Joseph Saruan MTh yang memimpin ibadah tersebut tidak memberikan kesempatan. Dan para mahasiswa juga tetap ngotot, dengan menyampaikan bebrapa kalimat protes.
Menurut mereka, ibadah jangan disisipi dengan perbuatan yang tidak etis. Karena kalau mau melaksanakan pelantikam Rektor, seharusnya dilakukan di kampus UKIT. Menanggapi hal itu, Saruan hanya berucap, “Ini ibadah, jadi tidak bisa diinterupsi.”
Usai memberikan interupsi, para mahasiswa itu pun segera beranjak keluar. Sedang ibadah terus berlanjut.
Arther Wuwung dari DEM UKIT dan Hendro Dededaka, mahasiswa pascasarjana UKIT yang juga Ketua GMKI Tomohon kepada harian ini mengatakan, sampai saat ini mereka masih mengakui Pdt Dr RAD Siwu sebagai Rektor yang sah.
Ketua Sinode GMIM Pdt Dr AO Supit tidak sempat mengikuti ibadah secara keseluruhan. Setelah penandatanganan berita acara serah terima, Supit langsung mohon diri. Ketika berada di luar gereja, ia sempat diteriaki oleh mahasiswa dan Pnt Tommy Sumakul SH. Namun teriakan yang bernada protes itu, tidak dihiraukannya.
Saat ditanya Komentar, bagaimana kalau keputusan Yayasan Wenas dan BPS itu diprotes jemaat, Supit hanya menjawab singkat, “Saya harap jemaat tidak memprotesnya.” Sedang pertanyaan lainnya, ia hanya menjawa, “No comment.” (jef)
|
|