|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Tak Libatkan Kaum Intelektual, Program Pemerintah Sulit Berhasil
|
Proses pembuatan program pemerintah yang tidak melibatkan kaum intelektual sulit berhasil. Pasalnya kebijakan pemerintah lebih banyak berdasarkan kepentingan jangka pendek politisi. Hal ini diungkapkan Rektor Unsrat Prof Dr Lucky Sondakh Mec, Senin (20/03).
“Sulit sebuah program atau kebijakan pemerintah yang tak ada dukungan ilmiah bisa dijamin berhasil. Sedangkan sudah ada dukungan ilmiah, hasilnya bisa berisiko. Apalagi yang hanya mengandalkan intuisi. Program-program yang diusulkan politisi, khan sifatnya demi kepentingan pemilih dan bukan demi kepentingan kebenaran jangka panjang,” kata Sondakh di sela-sela workshop Pengayaan Agenda Riset Nasional 2006-2009 bagi Para Pemangku Kepentingan Publik yang bertempat di aula rektorat.
Menurutnya, jangan sampai program-program pemerintah jangka panjang, terlampau dipengaruhi pemikiran politik jangka pendek. Ia mencontohkan bencana banjir baru-baru ini, di mana pihak Unsrat sudah mengingatkan pemerintah sejak tahun 80-an. Ditambahkannya, hasil riset bukan dirasakan satu-dua tahun, tapi untuk jangka panjang.
“Kalau tidak pakai riset, efisiensi penggunaan sumber daya kurang terjamin. Selain itu penggunaan dana yang ada bisa-bisa dialokasikan untuk hal yang bukan prioritas. Dan kalau riset jadi acuan, manusia akan bertindak lebih tenang karena berdasarkan penalaran dan bukan emosi. Apalagi budaya ilmiah di Sulawesi Utara tinggi, sehingga konflik yang ada bisa diselesaikan lewat kontribusi keilmuan,” tegasnya.
“Lagipula ini tanggung jawab moral intelektual kampus. Kami tidak mengharapkan mereka kasih apa-apa ke torang. Senang atau tidak, moral obligation ini harus disuarakan. Mencari kebenaran lewat riset, maka bisa dihasilkan perumusan kebijakan publik yang lebih baik,” tandas sang rektor.(win)
|
|