|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
Roy Roring: PKB siap
fasilitasi
Pergantian Rektor UKIT Bahas di RBPSL Khusus!
|
Masalah pergantian Rektor UKIT dan Yayasan AZR Wenas yang marak dikonsumsi publik saat ini, agar dibahas secara khusus dalam sebuah Rapat Badan Pekerja Sinode Lengkap (RBPSL) khusus. Demikian usulan yang mengemuka da-lam diskusi yang digelar Komisi Pria Kaum Bapa (PKB) GMIM di Media Center PKB GMIM, Jalan Garuda, Selasa (21/03) kemarin.
Oleh sebab itu, mayoritas pa-ra peserta diskusi yang terdiri dari berbagai pimpinan PKB jemaat, wilayah, rayon dan si-node itu mendesak digelarnya RBPSL khusus, yang nantinya hanya membicarakan persoa-lan Rektor UKIT dan eksistensi Yayasan AZR Wenas yang baru.
Diskusi ini sendiri dipimpin Ketua PKB Sinode GMIM, Pnt Ir Roy Roring MSi, dan Wakil Ketua I Yayasan AZR Wenas, Pdt Kelly Rondo MTh yang adalah mantan ketua sinode. Menanggapi usulan peserta ini, Roring menyatakan PKB siap memfasilitasinya. “Untuk mengadakan RBPSL itu, PKB siap memfasilitasinya,” tukas Roring.
Namun dia menekankan, agar tujuan utama dari RBPSL adalah untuk keutuhan GMIM. Jadi bukan untuk kehancuran GMIM. “Karena itu kami meng-harapkan tidak ada perbua-tan-perbuatan yang bersifat anarkis berkaitan dengan masalah ini,” katanya.
Roring juga berharap agar se-luruh komponen PKB dan se-luruh Jemaat GMIM, menggu-muli persoalan yang terjadi, terutama untuk menghayati makna Minggu-minggu Seng-sara Yesus yang sedang ber-langsung.
Mengenai Rektor UKIT, mere-ka sepakat untuk tetap men-dukung apa yang telah dilak-sanakan Yayasan Perguruan Tinggi Kristen (YPTK) yang telah menetapkan Pdt Richard AD Siwu sebagai Rektor UKIT. Karena semua mekanisme telah ditempuh berdasarkan aturan.
Sedang mengenai yayasan Wenas, mereka akan memper-tanyakan eksistensinya, berhu-bung karena pembentukan ya-yasan itu, ada yang melanggar Tata Gereja GMIM 1999 yang masih berlaku, di mana ketua yayasan harus anggota BPS.
Untuk menyikapi hal ini, PKB GMIM telah membentuk tim yang akan mempertanyakan kepada BPS dan Yayasan We-nas mengenai pergantian rek-tor tersebut. Dalam diskusi ter-sebut, Kelly Rondo juga telah menyampaikan latar belakang bagaimana sehingga ia masuk dalam Yayasan Wenas, dan ba-gaimana ia sendiri merasa tidak dilibatkan dalam peng-ambilan keputusan untuk mengganti Rektor UKIT. Pada-hal dia adalah wakil ketua yang membidangi perguruan tinggi.
“Sebetulnya, saya punya hak otonomi dalam bidang pergu-ruan tinggi sebagaimana job yang diberikan kepada saya. Tapi kenyataannya, ketika sa-ya masih tengah melakukan penataan manajemen, ternyata sudah ada keputusan pergan-tian rektor.”
Persoalan yang disesalkannya juga adalah pelantikan Rektor UKIT yang dilakukan di Gereja Sion Tomohon itu, tidak pernah diberitahukan sebelumnya. “Bahkan undangan yang diberi-kan kepada saya, hanya melalui SMS.” Menurut Kelly, untuk menjadi Rektor UKIT ia harus membuat kontrak kerja dulu. Dan harus dimintakan visinya dulu, bagaimana ia harus mem-bawa UKIT ke depan. Terutama dalam menghadapi era globa-lisasi, khususnya di Pasifik.(jef)
|
|