|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Regar bakal mundur, Rondo tunggu perkembangan
Rapat-rapat Yayasan Wenas tak Pernah Bicara Ganti Rektor UKIT
|
Sejumlah pengurus Yayasan AZR Wenas mengaku tidak pernah mendengar atau memutuskan dalam rapat-rapat yayasan tersebut, kalau akan ada pergantian Rektor UKIT. “Kami tidak pernah membahasnya, apalagi ada keputusan untuk melakukan pergantian rektor,” ujar Drs Philep Regar MSi, salah satu pengurus teras yayasan AZR Wenas yang membidangi komunikasi kepada harian ini.
Menanggapi adanya pelanti-kan Rektor UKIT, Regar menya-takan kaget dengan keputusan itu. “Bahkan yang sangat dise-salkan, kami pengurus yayasan cuma disampaikan undangan melalui SMS. Ini kan tidak etis. Karena itu saya tidak bersedia hadir dalam acara pelantikan. Kalau bicara pelantikan, ini kan acara resmi, jadi musti un-dangan tertulis,” ujarnya.
Dengan adanya kekisruhan ini, Regar secara pribadi menga-takan bakal mengundurkan diri dari pengurus Yayasan Wenas. “Setelah melihat situasi yang terjadi, khususnya masalah-masalah yang berkaitan dengan struktur pelayanan GMIM, saya akan mengundurkan diri dari yayasan,” tuturnya lagi.
Sementara itu, Pdt Kelly Ron-do, Wakil Ketua Yayasan Wenas yang membidangi Perguruan Tinggi, merasa dilecehkan de-ngan adanya keputusan itu. “Masa saya yang mempunyai hak untuk menentukan struk-tur di bidang yang dipercayakan kepada saya, tidak diberitahu soal pergantian rektor itu. Dan undangannya juga melalui SMS. Karena itu saya putuskan tidak hadir dalam pelantikan itu,” ujarnya dengan nada kesal.
Menurut Rondo, seharusnya pergantian rektor itu melalui mekanisme yang jelas, supaya semua pihak dapat meneri-manya. “Jadi kita seharusnya mempelajari dulu semua keten-tuan yang ada. Jangan lang-sung mengambil keputusan tanpa pertimbangan yang benar,” katanya.
Ditanya, bagaimana sikapnya dengan adanya keputusan sepihak itu, Kelly Rondo menga-takan, masih akan memper-timbangkan apakah akan tetap jadi pengurus yayasan atau akan mengundurkan diri.(jef)
|
|