|
|
|
![]() |
![]() |
|
Kerja Sama
Oleh: LANDY WOWOR
|
TERSEBUTLAH dua anak tikus yang bersahabat, Titi dan Kus-kus. Pada suatu hari Titi pergi keluar rumah. Di tengah jalan ke-temulah Titi dengan Kuskus. Titi bertanya pada Kuskus, “Bagai-mana hasil mencuri makanan hari ini Kus?”
Si teman dengan enteng men-jawab, “Lumayan lah. kamu gima-na Ti?” “Saya baru keluar dari ru-mah sebelah, tempatnya banyak makanannya tapi Meongnya ga-lak, bagaimana kalau kita kerja sama Kus?”
Ajakan Titi disetujui oleh Kuskus. Lantas sambil berbisik Titi mem-beritahu Kuskus tentang strategi untuk masuk ke rumah tersebut. Kata Titi, “Sebelum masuk kita susun strategi, kamu ajak si Meong main kucing-kucingan, terus saya yang bagian beresin dapur. Nanti hasilnya kita bagi dua kalau kamu masih hidup.. OK!”
Si Kuskus, sejenak terpana, entah mengerti atau kebingungan. Se-dang kita yang membaca, mungkin spontan tersenyum. Ya, tak jarang begitu banyak orang menawarkan kerjasama, namun sebetulnya hanya me-nguntungkan satu pihak. Orasi dan argumentasinya bagus, namun ujung-ujungnya, bila tak dicermati, justru bisa jadi bumerang.
Dan, sst, jangan lupa, trik seperti ini mungkin juga bisa dipraktikkan pemimpin kepada rakyatnya, atau calon investor pada pe-nguasa. Makanya, jangan cepat terbuai manisnya tawaran. Sebab memang tidak semua yang berkilau itu emas. Betul, kan? (*)
|
|