HOME : FOOTBALL

Headlines News  

24 March 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro). Terbit 40 Hal.  Color-BW, Alamat: Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone: (0431) 879799,  Fax: (0431) 879798 

Lima orang dilarikan ke rumah sakit
HUT Bolmong Diwarnai Bentrok Pendemo Vs Polisi  


Peringatan HUT Kabupaten Bolmong ke-52 kemarin (23/03), dinodai peristiwa bentrok antara pengunjukrasa dengan aparat keamanan. Massa pendemo yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Bolmong, awalnya hanya berunjukrasa biasa di Kantor KPUD. Mereka menuntut pilkada harus diulang karena ditemukan adanya kecurangan. Tapi situasi berubah menjadi panas ketika massa mencoba menerobos pagar betis petugas yang melakukan barikade di halaman Kantor KPUD.
Hal itu diperparah dengan ada-nya aksi lempar batu dari ok-num-oknum tak bertanggung jawab. Untuk meredam massa yang mulai anarkis, polisi ter-dengar membuang tembakan ke udara. Massa akhirnya bisa di-halang dan mundur. Tapi di te-ngah chaos itu, sedikitnya lima pengunjukrasa terluka dan harus dilarikan ke rumah sakit. 
Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 12.00 Wita ini di-sesalkan sejumlah kalangan. Apalagi pengunjukrasa sendiri sudah diberikan kesempatan menyampaikan tuntutannya kepada KPUD. Awalnya massa yang berjumlah ratusan ini, di bawah pimpinan Chandra Modeong dan Herdi Korompot bergerak dari arah Sinindian menuju ke kantor KPUD di Jalan Letjen Katamso. 
Keinginan mereka untuk me-nyampaikan aspirasi, sebagai-mana tertuang dalam bentuk selebaran yang dibagi-bagikan kepada warga sekitar, tak me-nuai hasil. Lantaran adanya barikade aparat keamanan, se-hingga gerakan mereka terhenti dari jarak sekitar 100 meter dari kantor KPUD. 
Pantauan harian ini, secara bergantian, Chandra Modeong dan Herdi Korompot serta rekan-rekannya lain menggelar orasi, yang pada intinya menuntut agar mereka dapat diperte-mukan dengan semua personel KPUD. Upaya negosiasi pun dila-kukan dengan aparat, hingga akhirnya disepakati agar perwa-kilan pendemo diizinkan mela-kukan pertemuan dengan per-sonel KPUD yang dipimpin lang-sung ketuanya Holid Makalalag. 
Dalam pertemuan itu, Mo-deong dan rekan-rekan membe-ber sejumlah hal yang mereka anggap pelanggaran pilkada, sebagaimana yang dituangkan dalam pernyataan sikap mereka. Di antaranya mengenai 70-an ribu pemilih yang tidak terdaftar, persoalan sejumlah kartu pe-milih yang baru sampai satu hari sebelum pemungutan suara, serta indikasi adanya politik uang. Sehinga mereka men-desak KPUD untuk memba-talkan hasil pilkada, mendis-kualifikasi kandidat yang mela-kukan pelanggaran, mengusut tuntas pelaku kejahatan pilka-da, serta meminta penegak hu-kum dan Panwasda agar tetap netral dan berani menindak tegas setiap pelanggaran.
KPUD sendiri mengaku tidak dapat membatalkan hasil pil-kada, lalu menyarankan kepada perwakilan pendemo untuk memproses hukum saja bila ada pelanggaran. Mungkin merasa tidak puas dengan jawaban ter-sebut, para perwakilan pendemo pun kembali bergabung dengan massa yang sedari tadi me-nunggu. 
Polisi kemudian menyarankan agar massa dibubarkan melalui koordinator mereka. Tapi Chan-dra Modeong malah menyata-kan, agar massa di belakang me-rapat dan menempatkan pe-ngunjukrasa wanita di depan. Massa kemudian bergerak maju mencoba menerobos barikade polisi. 
Nah, di sini bentrokan fisik dengan petugas tak terhindar-kan. Massa terus mencoba me-nerobos, sementara polisi tetap bertahan pada posisinya. Bebe-rapa kali imbauan agar massa menahan diri sepertinya tak diindahkan, sehingga tembakan peringatan berulang kali oleh aparat keamanan di udara di-lakukan, tapi tetap tak menyu-rutkan niat massa untuk mene-robos. Saat yang bersamaan, mulai terjadi aksi pelemparan batu. Sementara aparat terus mencoba menghalangi gerakan massa. Akibatnya, pendemo me-ngalami cedera yang diduga ka-rena terkena lemparan batu atau karena beradu fisik dengan aparat. Bahkan empat sampai lima pendemo langsung dilari-kan ke rumah sakit saat itu. 
Berkembang kabar, massa yang terluka akibat peluru karet yang nyasar. Beberapa saat ke-mudian, massa mundur, tapi entah kenapa, jumlahnya sema-kin bertambah. Di mana lebih dari seratus meter ruas Jalan Katamso di Kelurahan Sinindian dipenuhi massa. Aparat pun memperketat pertahanan. Se-mentara ruang yang memisah-kan jarak antara polisi dan mas-sa, menjadi tempat pembakaran ban-ban bekas. 
Kapolres Bolmong AKBP Drs Supriadi Djalal didampingi Ka-sat Reskrim AKP Hamka Maluru berada di tengah-tengah aparat keamanan, sambil mencoba un-tuk terus meneduhkan massa agar tidak mengarah ke per-buatan anarkis. 
Ketua KPUD Bolmong Holid Makalalag yang dikonfirmasi di sela-sela aksi demo itu, meminta kepada semua pihak yang tak puas dengan hasil pilkada, atau-pun mereka yang menemukan indikasi pelanggaran, agar kira-nya dapat memproses sesuai hukum yang berlaku. “Kalau-pun ada pihak yang tidak puas atau menemukan indikasi pelang-garan, silahkan diproses sesuai hukum,” kata Holid didampingi personel KPUD Uyun Pangalima. 
Sementara, data yang diper-oleh koran ini dari rumah sakit melalui dokter jaga, dr Sinyo Lapian, diduga dua korban yang dirawat terkena peluru. Mereka adalah Noldi dan Don. Noldy di lutut kiri dan Don di bagian lengan kiri. 
Sedangkan tiga korban lain mengalami cedera di bagian ke-pala dan pelipis, adalah Husein, Boby dan Mustafa. 
“Noldy akan dirujuk ke Ma-nado, karena terjadi retak di lutut kirinya. Namun sampai malam ini, kondisinya tetap stabil sebab hasil pemeriksaan luka itu tidak mempengaruhi sistem sarafnya. Sedangkan Don, tidak perlu dirujuk lagi ke Manado karena masih bisa kami tangani. Begitu juga dengan tiga pasien lainnya yang mengalami memar di bagian kepala dan luka di pelipis,” kata dr Sinyo La-pian, usai memeriksa pasien korban demo. 
Selain kelima korban tadi, ada satu lagi pendemo perempuan yang menjadi korban yakni Musrifa Ali, namun bukan ka-rena menerobos barikade polisi, melainkan tertabrak bentor saat hendak menyelamatkan diri. Pasien yang satu ini, menurut dokter jaga, mengalami cedera di bagian kepala karena benturan. 
Kasat Reskrim AKP Drs Hamka Malluru ketika dikonfirmasi me-ngakui kelima orang pendemo tadi memang telah mengalami cedera dan sudah dirawat di rumah sakit. Namun ia belum bisa memastikan kalau cedera Noldy dan Don karena luka tembak. “Kalaupun pemerik-saan laboratorium menyatakan luka tembak, tentunya dengan peluru karet,” kata Kasat Res-krim. 
Di sisi lain, Malluru juga me-ngatakan bahwa pihaknya telah mengamankan beberapa ang-gota pendemo, termasuk HK alias Herdy yang selalu terlihat melakukan orasi. “Saya seka-rang sedang berbincang-bincang dengan Herdy dan teman-te-mannya dalam ruangan saya. Sayangnya Chandra Modeong yang memimpin demo, sekaligus yang mengomando penerobosan barikade polisi, justru pergi en-tah ke mana. Kami juga sudah mencari tapi belum kunjung ketemu. Olehnya kami meminta kepada Chandra agar dapat menyerahkan diri,” kata Malluru, tadi malam. 
Pada bagian lain, akibat demo sejak siang sampai sore ke-marin, toko-toko di pusat Kota Kotamobagu ditutup. Sementa-ra ruas Jalan Katamso dari Ke-lurahan Sinindian menuju KPUD macet total sejak siang sampai sore. Kemacetan di ruas Jalan Katamso tersebut lantaran banyaknya massa yang berkum-pul sampai memenuhi badan jalan. Selain itu, sekitar 200 me-ter dari KPUD, mereka mem-blokir jalan dengan menum-pukkan batu-batu dan beton-beton. Juga terlihat sempat membakar ban di tengah jalan. Sementara penutupan toko-toko terindikasi dipicu oleh kekhawa-tiran akan terjadi bentrok massa sampai ke pusat kota. 
Akibat lainnya, sejumlah pe-gawai di Kantor Bupati Bolmong yang berdekatan dengan kantor KPUD, tidak bisa menunaikan tugas sebagaimana mestinya. Karena sejak demo digelar seki-tar pukul 11.00 WITA, puluhan pegawai mulai keluar dari dalam ruangan, kemudian berkumpul di luar gedung untuk menyaksi-kan jalannya demo. 
Pemkab Bolmong lewat Kabag Humas Ir Yudha Rantung ketika dikonfirmasi soal kondisi terse-but, pertama–tama mengatakan bahwa tidak terjadi gangguan yang berarti dalam aktivitas PNS di Pemkab Bolmong. Mereka cu-ma keluar melihat demo, kemu-dian melanjutkan pekerjaan dan pulang pukul 16.00 WITA.
Atas nama pemerintah, Yudha juga mengimbau kepada ma-syarakat untuk bersama-sama menjaga stabilitas dan keama-nan. “Mari kita bisa menerima hasil demokrasi. Dan diharap-kan tidak akan menganggu ke-giatan orang lain, yang pada ak-hirnya akan merugikan masyara-kat kita sendiri,” imbaunya.(tus)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin