HOME : FOOTBALL

Headlines News  

24 March 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro). Terbit 40 Hal.  Color-BW, Alamat: Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone: (0431) 879799,  Fax: (0431) 879798 

Buntut ‘hadirnya’ Yayasan AZR Wenas
Roeroe: Ribuan Lulusan Pendidikan GMIM Terancam Berijazah ‘Aspal’


Keputusan sejumlah oknum di Badan Pekerja Sinode GMIM yang meleburkan semua yaya-san milik GMIM dalam Yayasan AZR Wenas, berdampak fatal ba-gi ribuan pelajar lulusan sekolah GMIM. Para lulusan sekolah ter-sebut terancam memiliki ijazah asli tapi palsu (aspal), buntut ke-bijakan ini. Hal ini disampaikan
Pakar dan Praktisi Hukum di Bidang HAM, Dr (HC) SPB Roe-roe SH, MBA kepada Komentar, kemarin (23/03). 
Menurut mantan hakim tinggi Ad Hoc HAM ini, akreditasi se-cara hukum yang diberikan oleh pemerintah RI melalui Men-diknas terhadap ijazah-ijazah yang diterbitkan sekolah-sekolah swasta milik GMIM, yang kurang lebih berjumlah 800-an sekolah (TK, SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi), secara konstitusional termuat dalam berita dan lembaran ne-gara RI, sebagai salah satu pro-duk hukum.
Yaitu kepada Badan Hukum Yayasan Pendidikan dan Per-sekolahan GMIM (YPPG) yang mengelola sekolah-sekolah ter-sebut. Sedangkan akreditasi un-tuk UKIT diberikan kepada Ba-dan Hukum Yayasan Perguruan Tinggi Kristen GMIM (YPTK). “Kon-sekuensi dileburnya kedua yaya-san itu ke dalam Yayasan AZR Wenas, menimbulkan akibat hu-kum yang sangat-sangat fatal. Yayasan hasil leburan ini tidak akan menerima akreditasi dari pemerintah!” tegas Roeroe yang pernah duduk di Biro Bantuan Hukum Sinode GMIM.
“Walaupun Yayasan AZR We-nas telah berbadan hukum, tapi tidak semudah membalikkan te-lapak tangan untuk segera di-akui oleh Departemen Pendidi-kan Nasional. Banyak urusan administrasi yang tidak akan se-lesai dalam waktu dekat ini. Jadi apa yang dikejar oknum-oknum itu? Mereka mengorbankan ma-sa depan puluhan ribu pelajar hanya untuk satu kepentingan! Jika ingin melakukan peruba-han, harusnya pada momentum yang tepat,” tandas mantan ha-kim yang kini menjabat anggota DPRD Kota Tomohon ini.
“Bulan Mei mendatang sudah akan dimulai pelaksanaan ujian-ujian akhir sekolah dari SD sam-pai SMA. Dan yang didahulukan adalah pendaftaran ujian oleh sekolah-sekolah ke Depdiknas. Yang menjadi pertanyaan di sini, apakah oknum-oknum di BPS GMIM yang begitu teledor meng-ambil keputusan peleburan ya-yasan-yayasan itu ke dalam satu yayasan baru sempat memikir-kan dan mengkaji akibat hu-kumnya?,” tutur Roeroe yang menyesalkan sifat-sifat pelaya-nan oknum-oknum yang me-nyuport kebijakan merugikan tersebut. 
Mereka dinilai Roeroe, tidak memikirkan nasib dari ribuan warga GMIM yang nantinya bakal menyandang ijazah as-pal. 
Sebab itu Roeroe mengimbau kepada semua yang terlibat da-lam pengambilan keputusan yang tidak benar, agar meninjau kembali lalu membatalkan kebi-jakan tersebut. ‘’Kiranya ming-gu-minggu sengsara yang te-ngah dijalani oleh seluruh Umat Kristiani saat ini, menjadi mo-men tepat untuk introspeksi diri dan memohon pengampunan dari Tuhan Yang Mahakuasa,’’ ujarnya. 
RAPAT
Pada bagian lain, rapat BPS GMIM yang dilaksanakan sejak sore hingga pukul 22.00 Wita tadi (23/03) malam di rumah dinas gereja Ketua Sinode GMIM Tomohon, berlangsung tertutup. Sebagaimana diketahui, rapat itu membahas masalah yayasan milik GMIM dan persoalan Rektor UKIT.
Dalam rapat itu, hanya dihadiri oleh 12 dari 21 anggota BPS. Rapat itu dipimpin langsung oleh Ketua Sinode GMIM Pdt Dr AO Supit didampingi Sekretaris Umum Pdt Decky Lolowang MTh. Sedangkan pimpinan BPS lainnya yang hadir adalah Wakil Ketua Bidang AIT Pdt Dr Joseph Saruan MTh, Wakil Ketua Bidang Pekerja GMIM dan Pelsus Pdt PM Tampi STh MSi, Wakil Ketua Bidang Misi dan Oikumene Pdt Roy Tamaweol ThM, Wakil Ketua Bidang PSDD dr Ny Masengi-Rumopa, Ketua PKB Pnt Ir Roy Roring MSi, Ketua Remaja Pnt Drs Jantje Sajow MSi, Boy Tangkawarouw, dr Lengkong, Pdt Ny Runtu-Lumi, dan Pdt Ny Supit-Ticoalu.
Sejak berlangsungnya rapat, di luar rumah dinas Tim PKB GMIM yang baru saja memberi-kan masukan kepada BPS, ikut memantau dan menunggu hasil keputusan rapat. “Sebagai war-ga GMIM yang peduli terhadap permasalahan yang terjadi kami juga ingin mengetahui solusi apa yang akan diambil oleh BPS,” ujar Pnt Martianus Baroleh MSi yang didukung oleh Pdt Roy Lengkong STh dan pimpinan PKB lainnya.
Sementara itu, pada siang harinya Majelis Pertimbangan Sinode (MPS) juga mengadakan rapat untuk membahas hal yang sama. Ketua MPS Pdt Dr AF Pa-rengkuan yang dikonfirmasi me-ngungkapkan, rapat MPS terse-but memang membahas masa-lah-masalah yang terjadi dalam GMIM, khususnya terkait de-ngan masalah yayasan dan UKIT.
Namun hasil rapat MPS itu sendiri, menurut Parengkuan, sesuai kesepakatan tidak akan diekspos. “Hasil pertimbangan kami, kami sudah serahkan kepada BPS. Apa isinya, tanya-kan saja kepada BPS,” ujar-nya.
Sedangkan peserta rapat BPS tadi malam, melalui Pnt Ir Roy Roring mengatakan, BPS akan terus membahas masalah ini. ‘’Diminta jemaat menggumu-linya dalam doa,’’ ujarnya sing-kat seusai rapat.(jef/bov)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin