|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Gundah gulana CPNS sebelum
pengumuman
Menanti Senyum di Injuri Time
|
PALU pengumuman hasil seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) akhirnya diketok. Sebelum palu ini diketuk, begitu banyak perasaan menggelora dalam setiap sanubari, khususnya mereka yang memang menanti pengumuman ini. Tapi haruskah penantian panjang yang telah dilalui ribuan pencari kerja di Kota Manado diakhiri tanpa senyum?
Saya tersentak ketika disodorkan pertanyaan oleh salah seorang gadis cantik yang kebetulan berjumpa di depan Multi-mart, Kamis (23/03) kemarin. Ru-panya, perbincangan saya de-ngan salah seorang rekan yang menyoal seputar pengumuman CPNS sempat direkamnya. “Kapan pemerintah mo umum-kan hasil seleksi CPNS kang?” tanya sang gadis.
Mendengar pertanyaan ini, saya pun mencoba memberi-kan jawaban yang justru se-makin merunyamkan pikiran dan hatinya. “Belum ada kepas-tian waktunya. Tapi kalau tidak salah besok (hari ini, red) diumumkan, soalnya pemerik-saan berkas jawaban katanya
sudah selesai. Cek jo di koran besok,” ujar saya dengan agak hati-hati.
Dan benar, ternyata pernyata-an saya bukannya membuat ga-dis bernama lengkap Carla Ma-muaya ini lega, malah terlihat semakin gelisah saja. Melihat gelagat ini saya terdorong untuk mengetahui lebih jauh suasana hatinya menjelang pengumum-an seleksi CPNS ini.
Dan apa jawabnya? Gadis yang mengaku tinggal di Tikala ini mengakui akhir-akhir ini diri-nya begitu gelisah. Hal ini ka-rena takut kalau dirinya nanti masuk kategori CPNS yang gagal dalam seleksi.
“Jujur jo kita pe perasaan so nyanda tenang. Mulai kemarin deng sekarang kita selalu gelisah. Tako kalu kita nyanda lulus, bagaimana kita mo bilang pa kit ape keluarga? Dorang pasti kecewa,” ujarnya penuh dengan kepolosan.
Namun di balik nada yang ke-dengarannya cukup memiriskan ini, Carla tetap berharap agar dirinya dinyatakan lulus tes.
Perasaan yang tak jauh ber-beda juga dialami Rilly Koraag. Ketika ditemui di kediamannya di Sario, mantan siswi SMA Ne-geri I ini pun mengaku agak re-sah. Bahkan, selama bercakap-cakap dengannya, Rilly terlihat sulit menebarkan senyum ma-nisnya. Dirinya seakan sulit menghapus kegalauan hatinya dan ini pun diakuinya. “Jujur jo kita tidak menjamin kalau kita mo lulus, mar kalau lia hasil yang kita kerjakan waktu lalu boleh mo lulus. Mar skarang kan banyak yang iko, jadi kita nyanda yakin bisa lulus. Terus terang kita so nda tenang skarang,” keluhnya pasrah.
Carla dan Rilly mungkin mewakili ribuan CPNS lainnya. Penantian panjang selama ini memang sudah terobati dengan kepastian pemerintah meng-umumkan hasil seleksi CPNS. Namun di masa injuri time se-perti ini justru kian berkeca-muk perasaan yang tidak me-nentu. Gelisah, takut, cemas sepertinya berpacu bersama gu-lirnya sang waktu.(simon)
|
|