|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Rela berhenti di tengah jalan untuk membantu teman
Ketua Sinode GMIM: Biarkan Saja Mereka Bicara
|
Tokoh-tokoh GMIM dan jemaat boleh resah dengan keadaan GMIM saat ini, terutama menyangkut peleburan yayasan-yayasan milik GMIM dan persoalan Rektor UKIT. Tapi bagi seorang Ketua Sinode GMIM Pdt Dr Albert O Supit melihat hal itu sebagai dinamika.
“Biarkan saja mereka bi-cara,” ujarnya kepada Komen-tar, saat berada di tengah jalan raya Sonder dalam perjalanan menuju Tempang Langowan, Rabu lalu.
Satu hal yang mengesankan, Pdt Albert Supit rela berhenti di tengah jalan raya Sonder be-gitu melihat wartawan Komen-tar, sedang menerima telepon di pinggir jalan. Ia turun dari mobil dinas gereja DB 12 SG, kemudian datang menanya-kan kalau ada masalah dalam perjalanan.
Begitu dijawab hanya mene-rima telepon, ia lalu mengata-kan, ia datang membantu te-mannya kalau ada masalah. “Saya melihat teman saya ber-henti di pinggir jalan, karena itu saya katakan pada istri sa-ya, saya akan turun memban-tu teman saya, mungkin ada masalah” ujarnya dengan senyum khas.
Dalam kesempatan itu, ke-tika ditanyakan bagaimana tanggapan Pdt Supit mengenai keadaan GMIM akhir-akhir ini, ia hanya menjawab, “Biarkan saja mereka bicara.” Sedang mengenai usul agar dilak-sanakan Rapat Badan Pekerja Sinode Lengkap (RBPSL) Khusus, sebagaimana diusul-kan PKB untuk memperttang-gungjawabkan masalah sepu-tar yayasan dan UKIT, Supit mengatakan RBPSL akan te-tap dilaksanakan. Tapi itu di-agendakan pada bulan Novem-ber nanti.
Menurut Supit, saat ini yang perlu dipersiapkan adalah Si-dang Sinode Khusus Tata Ge-reja, yang diagendakan akan berlangsung Agustus nanti. “Torang musti mantapkan du-lu itu persiapan Sidang Sinode Tata Gereja, karena agenda ini sangat penting,” ujarnya.(jef)
|
|