HOME : FOOTBALL

Berita Opini Pembaca dan Redaksi 

24 March 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro, Politix).

Terbit 40 Hal.  Color-BW 

Alamat ; Jl. Sam Ratulagi No.162 Manado  95111 Phone: (0431) 851030 (Hunting)  Fax (0431) 851031 (Redaksi), (0431) 850955 (Merketing) 

Mencermati Pelantikan Rektor UKIT


PELANTIKAN Rektor UKIT yang digelar di Gereja Sion Tomohon pada Senin (20/03) lalu, terus menjadi bahan perbincangan di kalangan warga GMIM. Persoalan pelantikan itu terkesan lebih kepada pemaksaan kehendak dan kesewenang-wenangan. Karena ternyata pelantikan itu sendiri tidak diketahui oleh seluruh pengurus Yayasan AZR Wenas, dan juga tidak diputuskan dalam rapat Badan Pekerja Sinode GMIM.
Yang juga menjadi persoalan, undangan pada acara tersebut, hanya disebutkan pelantikan pokja Yayasan Wenas. Hal ini diakui pula oleh Sekretaris Umum Sinode GMIM Pdt Decky Lolowang MTh. Oleh karena itu, Lolowang pun memutuskan untuk tidak hadir, karena ternyata pelantikan Rektor UKIT telah disisipkan dalam acara itu.
Menurut Lolowang, ia memang sempat menanyakan kepada Ketua Yayasan AZR Wenas Pdt Junius Ecky Posumah, apakah benar ada pelantikan Rektor UKIT. Dan oleh Posumah dikatakan memang akan ada pelantikan rektor. Lolowang kemudian mengatakan agar hal itu tidak dilakukan, karena tidak pernah dirapatkan dan diputuskan oleh BPS. Namun ternyata pelantikan itu tetap dilakukan.
Sementara dari kalangan pengurus Yayasan Wenas pun ternyata demikian. Sejumlah pengurus Yayasan AZR Wenas mengaku tidak pernah mendengar atau memutuskan dalam rapat-rapat yayasan tersebut, kalau akan ada pergantian Rektor UKIT. “Kami tidak pernah membahasnya, apalagi ada keputusan untuk melakukan pergantian Rektor,” ujar Drs Philep Regar MSi, salah satu pengurus teras yayasan AZR Wenas yang membidangi komunikasi kepada harian ini.
Menanggapi adanya pelantikan rektor UKIT, Regar menyatakan kaget dengan keputusan itu. “Bahkan yang sangat disesalkan, kami pengurus yayasan cuma disampaikan undangan melalui SMS. Ini kan tidak etis. Karena itu saya tidak bersedia hadir dalam acara pelantikan. Kalau bicara pelantikan, ini kan acara resmi, jadi musti undangan tertulis,” ujarnya.
Dengan adanya kekisruhan ini, Regar secara pribadi mengatakan bakal mengundurkan diri dari pengurus Yayasan Wenas. “Setelah melihat situasi yang terjadi, khususnya masalah-masalah yang berkaitan dengan struktur pelayanan GMIM, saya akan mengundurkan diri dari yayasan,” tuturnya lagi.(**)

 
  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin