|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Suara Rimba yang Bermakna (3)
|
DALAM tradisi masyarakat di Minahasa bakuku seringkali didengar ketika berada di kebun atau sedang berjalan menuju kebun- terutama kebun-kebun yang jaraknya jauh, berkilo-kilo meter dari pemukiman penduduk desa. Pada saat seseorang atau sekeluarga – taranak ingin mento atau mau menginap satu atau beberapa hari lamanya di kebun maka ada kebiasaan ketika menjelang sore atau pada saat matahari mulai ter-benam dan datangnya malam, se-orang kepala keluarga atau seorang anggota keluarga (misalnya ibu) akan bakuku sekali atau beberapa kali. Hal ini dimaksudkan untuk mem-beritahukan kepada tetangga kebun tentang keberadaannya bahwa ia (sendiri) atau dengan keluarganya tinggal di kebun. Apabila ada tetang-ga kebun yang mendengarnya pasti akan dibalas dengan satu atau bebe-rapa kali kukukan. Biasanya para petani di Minahasa tinggal di kebun pada saat panen padi, jagung (milu) atau sedang bakopra-bafufu (meng-olah buah kelapa menjadi kopra).
Makna lain dari bakuku ini untuk saling menjaga, melindungi dari jarak jauh selain itu dapat juga saling memberikan informasi atas sesuatu bahaya (ancaman binatang buas) dan dari situlah dapat saling mengunjungi dan saling memberi bahan kebutuhan yang diperlukan, misalnya me-minta api dengan gonofu-tampu-rung atau hanya untuk mengisi waktu luang di saat malam tiba - bercakap sebelum beristirahat tidur … kong bakukase saguer untuk kesehatan. (saguer: adalah nama lokal sejenis minuman ringan petani yang dapat memabukkan jika berlebihan. Saguer adalah sari dari perasan pohon nira).
ZAMAN PUN BERUBAH
Selain bakuku masyarakat Mina-hasa mengenal alat yang disebut tetengkoren yang terbuat dari bulu (bamboo). Fungsi dan pengguna-annyapun hampir sama dengan suara bakuku. Di seluruh pelosok Indonesia, masyarakat mengenal alat informasi yang satu ini. Seka-rang ini, sistem informasi semakin modern dan canggih banyak petani Minahasa mulai menggunakan handphone untuk mengganti kebutuhan yang satu ini …mungkin saja. Nilai-nilai keber-samaan pun hilang dan yang terjadi hanya komunikasi dua arah tidak melibat-kan lagi orang lain, kecuali ada nada panggil lain untuk orang lain, termasuk informasi bisu SMS.
KEBUTUHAN PETANI
Merosotnya nilai rupiah, mening-katnya laju inflasi serta naiknya ba-han bakar minyak yang berdampak pada naiknya sejumlah kebutuhan bahan pokok maka terasa petani pun ingin turun gunung untuk bakuku di sejumlah kantor-kantor pemerintah - menyuarakan nasib tanaman kelapanya, cengkehnya, vanilinya, coklat dan kopinya. Uuhhuuu baku abis jo (ditambah kata-kata makian) … bakuku de-ngan ucapan tambahan kata langsung seperti ‘makian’ biasa-nya sedang mabuk (saguer atau cap tikus) atau sedang marah dan kesal … Bakuku untuk sesuatu yang positif mengapa tidak! Naik-nya tunjangan dasar gaji, bebas-nya biaya SPP, lolosnya berkas CPNS-ku dan masuknya para ko-ruptor dalam terali besi, wajarlah kalau para pecinta kebenaran dan keadilan ‘bakuku’ …Uhhhuuuuu, tapi anda bukan tarzan.(habis)
Penulis dosen jurusan sejarah di Fakultas Sastra Unsrat
|
|