|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
Dihadiri tiga mantan Ketua BPS GMIM
Civitas Akademika UKIT Ibadah Keprihatinan
|
CIVITAS akademika UKIT tam-paknya prihatin dengan kondisi GMIM saat ini, khususnya ber-kaitan dengan persoalan Rek-tor UKIT. Apalagi saat ini UKIT memiliki ‘dualisme’ kepemim-pinan di rektoratat, yakni Pdt Dr Richard AD Siwu MA PhD versi Yayasan Perguruan Tinggi Kris-ten (YPTK), dan Ir Piet Wong-kar MSi versi Yayasan AZR We-nas.
Rasa keprihatinan terhadap ke-
melut itu, mereka wujudkan melalui ibadah keprihatinan bersama di Lapangan UKIT yang disponsori Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEM), kemarin (24/03). Acara ibadah ini dihadiri tiga mantan Ketua Sinode GMIM, masing-masing Prof Dr Willy Absalom Roeroe, Pdt Kelly Rondo MTh, dan Pdt Dr Arnold F Pa-rengkuan MTh.
Namun sangat disayangkan, dua pribadi yang sama-sama dilantik sebagai Rektor, yakni Pdt Richard Siwu dan Piet Wong-kar tidak hadir. Ibadah yang diikuti oleh seluruh mahasiswa, dosen dan karyawan UKIT, di-pimpin pendeta senior David Lintong STh, yang dulunya per-nah menjadi Wakil Ketua Sinode dan Wakil Sekretaris Sinode.
Dalam ibadah, selain mem-bacakan Firman Tuhan dalam Kitab Yoel 2:12-17, juga disam-paikan doa-doa bagi pergumu-lan GMIM saat ini, terutama me-nyangkut keberadaan UKIT. Pada intinya, Pdt Lintong bersa-ma peserta ibadah meminta agar Tuhan memberikan jalan keluar terhadap permasalahan yang terjadi, seraya mendoakan para pimpinan BPS untuk bisa mela-kukan hal-hal yang berkenan kepada Tuhan, dan bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok. Mereka juga berdoa agar diberikan kedamaian di UKIT, serta kedamaian dan ke-sejahteraan bagi warga GMIM umumnya. Usai ibadah, seluruh dosen dimintakan untuk mem-bawakan puji-pujian. Mereka pun berjabat tangan sebagai tan-da perdamaian.
Usai ibadah, Pdt Lintong ke-pada wartawan mengungkap-kan, apa yang terjadi dalam GMIM saat ini merupakan hal yang wajar. Karena situasi se-perti ini juga pernah terjadi dalam babakan-babakan pela-yanan GMIM. “Pada saat GMIM berdiri, juga sudah terjadi po-lemik antara Pdt EAA de Vreede, sebagai Ketua Sinode GMIM yang pertama dengan Pdt AZR Wenas,” jelasnya.
Begitu pula ketika tahun 50-an, saat Pdt M Sondakh menjadi ketua sinode. “Pernah dalam suatu pertemuan untuk mem-bahas Tata Gereja, Pdt Sondakh membalikkan meja. Saat itu ia sangat emosional. Dan para peserta rapat kemudian berdoa bersama,” ujarnya.
Sementara itu Pdt Dr WA Roe-roe yang kini sebagai Direktur Pasca Sarjana UKIT mengemu-kakan, sampai saat ini ia belum bisa berkomentar atas masalah ini. “Yang penting adalah, apa yang terjadi hari ini, yaitu kami boleh melaksanakan ibadah keprihatinan. Itu saja dulu,” ujarnya singkat.(jef)
|
|