|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Pesona Kungkungan Bay Resort
Intan Tersembunyi di Selat Lembeh
|
SUASANA asri, tenang dan nyaman serta mempesona akan Anda rasakan saat memasuki kawasan Kungkungan Bay Resort (KBR). Sungguh menakjubkan kawasan KBR yang tak seberapa luasnya ternyata mampu menarik perhatian wisatawan mancanegara dari berbagai belahan dunia.
Berjarak 8 Km dari pusat Kota Bitung, Anda dapat mencapainya dengan lama perjalanan 20 menit menggunakan sepeda motor atau mobil. Jika dari Manado Anda akan menempuh jarak sekitar 70 Km dengan waktu tempuh 2 setengah jam.
Menariknya di objek wisata yang terletak di Selat Lembeh ini justru dominan dikunjungi wisatawan mancanegara. Mereka bersantai di tepi pantai sambil menikmati pemandangan aneka jenis ikan yang keberadaannya sudah bisa terlihat begitu menginjakkan kaki di kedalaman pantai. Akan lebih menarik lagi jika Anda menelusuri dunia bawah laut. Tak heran para wisatawan mancanegara terkagum-kagun saat pulang dari diving.
Keindahan panorama alam Kungkungan Bay Resort mempunyai ciri khas tersendiri. Selain panorama yang indah dan tenang ternyata taman lautnya menyimpan berbagai jenis ikan yang menarik. Kendati hidup di lautan terbuka sepertinya ikan-ikan ini dipelihara dalam satu kolam yang besar.
Buktinya saat salah satu staf Resepsionis KBR Miss Ati melempar roti ke laut, seketika itu juga ikan yang hidup di sekitar berebutan datang. Lebih menarik lagi setiap saat silih berganti ikan berbagai jenis mendekati pantai dan dapat dilihat jelas sekali seakan-akan menyapa kedatangan tamu-tamu KBR.
Objek wisata ini tampak terawat terus karena pemerintah setempat mengeluarkan aturan tentang larangan melakukan kegiatan memancing ikan di lokasi ini. "Pernah nelayan yang tidak tahu datang memancing ikan di kawasan Kungkungan ini, mereka langsung dikenai sanksi hukum. Tempat ini dilindungi," kata seorang securiti.
Di tempat yang tenang dan damai ini, KBR menyediakan fasilitas nginap berupa 12 cottage/bungalouw dan satu vila dengan kapasitas tampung 35 tamu 16 kamar. Tentunya lokasi ini tepat bagi mereka yang benar-benar ingin menikmati kedamaian. Saat ditanya kenapa dinamakan Kungkungan, menurut Miss Ati, masyarakat disini menyebut demikian. “Mungkin bentuknya melengkung sehingga dinamakan Kungkungan,” tukasnya.
Menurutnya, kebanyakan Wisman datang dari AS, Australia, Afrika Selatan, Korea, Jepang dan Belanda.
Mempesona memang. Hanya mungkin perlu pembenahan dalam sektor transportasi. Jalan yang sedikit rusak bisa membuat pengunjung terganggu kenyamanannya.(irvan grosman)
|
|