|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Dipimpin langsung wakapolda
Polda Sulut Ambil Alih Pengamanan di Bolmong
|
Demo Aliansi Masyarakat Totabuan (AMT) yang berujung hingga tertembaknya dua pendemo, dan melukai beberapa masyarakat, membuat Polda Sulut mengambil inisiatif bijak untuk menangani pengamanan di Bumi Totabuan. Karena menurut Polda Sulut, mengembalikan kondusivitas daerah dalam melakukan tahapan pilkada menjadi alasan utama pengambil alihan keamanan tersebut.
“Pengamanan di Bolmong akan dikendalikan oleh saya selaku Wakapolda Sulut, bersama Karo Ops (Kombes Pol Drs MS Arsyad) dan Dir Samapta (Kombes Pol Drs Agung Astika),” papar Waka-polda Kombes Pol Drs Dinar SH, sambil menyebutkan nama DanBrimob Polda Sulut, AKBP Drs Adeni Muhan, MM.
Olehnya, Wakapolda meng-imbau kepada seluruh masyarakat Bolmong agar selalu menahan diri dan berperan aktif memelihara situasi kamtibmas yang kondusif. Ia juga sangat mengharapkan adanya rekon-siliasi antar kandidat dan para elit politik daerah ini, untuk meneduhkan suasana. “Kalau ada pelanggaran, bisa diproses hukum. Contoh nyata pada pilgub, di mana pihak-pihak yang tidak puas dengan hasil pilkada justru melaporkan sampai ke Mahkamah Agung,” saran Dinar.
Ditanya tentang insiden penembakan kepada dua pendemo, Wakapolda menga-takan, sampai sekarang pihaknya sedang menyidik apakah itu sudah sesuai dengan protap. Sebab dari awal Kapolda sendiri sudah menginstruksikan jangan ada peluru tajam. Karena protap sudah jelas menyebutkan, bahwa pertama yang di-gunakan itu adalah peluru hampa, kemudian peluru karet dan kalau massa sudah anarkis terpaksa digunakan peluru tajam.
Yang pasti, jawab Dinar, kalau nanti penembakan itu tidak sesuai protap, pihaknya akan menindak tegas oknum petugas yang melakukannya.
Ada permintaan agar pena-nganan unjuk rasa jangan sampai polisi memukul di bagian kepala? “Termasuk itu juga yang masih dalam pe-nyidikan, apakah memang aparat kami yang melakukan pemukulan di kepala,” jawab-nya, sambil memberikan info beberapa pendemo yang cedera lantaran terkena lemparan batu.
Ditanya tentang jabatan Kapolres dan Wakapolres Bolmong yang akan dicopot? “Itu kan baru isu saja. Peng-gantian tidak bisa dilakukan begitu saja, kan harus ada pertanggungjawaban dulu, seperti soal jumlah senjata,” kata Wakapolda, kemarin sore sebelum pergantian Kapolres.
Sementrara itu, Kapolres AKBP Drs Supriadi Djalal dan Wakapolres Kompol Anom Wibowo SIK yang ditemui secara terpisah, tampak tidak menampakkan rasa penye-salan sedikit pun ketika ditanya wartawan soal kabar pencopotan jabatan. “Kita selalu siap setiap saat ditu-gaskan di mana pun,” aku Kapolres yang akrab dengan wartawan di Bolmong.(tus)
|
|