|
|
|
![]() |
![]() |
|
Problem serius akhir pekan
Obat Kuat, Benarkah Hebat?
|
AKHIR pekan, merupakan saat yang dinantikan banyak pasangan, baik yang muda maupun tua. Masa-masa bebas kerja itu sering dimanfaatkan untuk memperkuat harmonisasi cinta, termasuk berhubungan intim. Tapi tunggu dulu, ternyata tak sedikit kaum pria beristri yang memendam masalah. Inginnya bisa ‘bertempur’ dengan gagah perkasa, namun tak jarang ‘layu sebelum bertempur di medan perang’.
Dari berbagai penelitian yang ada, antara lain disampaikan pakar seksologi, Dr Boyke Dian Nugraha, akibat sering dilanda stres dan mengkonsumsi makanan tak seimbang, 50% dari jumlah pria Indonesia produktif di bawah usia 50 tahun mengalami gangguan ‘keperkasaannya’. Maka tak heran bila bisnis obat kuat melaju pesat. Dari catatan yang dilansir Suara Pembaruan, pasar obat kuat secara nasional diperkirakan nilainya mencapai ratusan miliar rupiah, belum lagi ditambah dengan obat-obatan impor dan selundupan.
Tapi, benarkah obat kuat memang bikin ‘daya tempur pria’ jadi hebat? Pngalaman Toby (nama disamarkan), mungkin bisa dijadikan pertimbangan. Dia adalah seorang pria paruhbaya yang diam-diam masih suka ‘bermain di luar kandang’. Prilakunya yang agresif seakan mencerminkan betapa pekerja swasta ini hebat ‘luar dalam’.
Nyatanya, sebelum nekat ‘mencicipi kue tart yang dipesan khusus’ Toby selalu mampir ke took obat. So pasti beli obat kuat. Hasilnya? “Lumayan. Tapi, belakangan, kita rupa so mulai nyanda suka mo bagitu biar lei deng nona fasung skali. Malo katu no! Abis, rupa bendera, susa skali mo berkibar,” akunya.
Pakar biologi dari FKUI Jakarta, dr DR Indra G. Mansur, Sp. And, misalnya, menyatakan secara tegas bahwa obat kuat pembangkit gairah seksual tidak boleh dikonsumsi sembarangan. Untuk mengkonsumsinya diperlukan terlebih dahulu konsultasi dengan dokter ahli masalah gangguan seksual.
Yang perlu dilakukan untuk mengatasi turunnya gairah seks, baik pada istri maupun suami, ialah mengetahui lebih dulu penyebabnya. Yang paling mudah, jika penyebabnya bersifat jasmaniah, misalnya karena sakit. Maka, jika gairah seks menurun sementara komunikasi pasangan berjalan lancar, cobalah pergi ke dokter. Jangan-jangan menurunnya gairah seks itu karena penyakit. "Jika memang penyebabnya penyakit, penyakit inilah yang disembuhkan, minimal akibatnya dikurangi," kata konsultan keluarga, Dr. Gerard Paat, MPH, seperti dilansir bima.ipb.
"Penggunaan obat kuat juga tak menyelesaikan masalah. Secara ilmiah, obat kuat sebetulnya tak ada. Yang ada ialah obat penambah hormon. Mereka yang jumlah hormonnya menurun memang bisa diberi obat yang mengandung hormon. Nah, obat inilah yang biasa disebut obat kuat," jelas lulusan Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat UI pada 1967 ini.
Obat semacam ini hanya berguna bagi para lansia yang hormon testosteron-nya rendah. Bagi mereka yang masih muda, sebetulnya tak perlu. "Bahkan justru bisa membahayakan. Pasalnya, jumlah hormon yang dimilikinya sebetulnya normal. Nah, begitu ia minum obat penambah hormon, maka produksi hormonnya justru berhenti sehingga perlu waktu lama untuk mengembalikan produksi hormonnya," papar Gerard Paat.
Indra G Mansur menyarankan, jika seseorang ingin memakai obat kuat, dia harus mempertimbangkan dulu apakah benar membutuhkan obat-obatan tersebut. Pria normal dan tidak mengalami gangguan seksual saat melakukan hubungan seksual tidak dianjurkan menggunakan obat-obatan. Pemakaian obat dapat ditolerir jika ditemukan gangguan. Itu pun harus dilakukan dengan pengawasan dokter.
Jadi, jangan asal beraksi. Apalagi percaya begitu saja dengan obat kuat, tanpa konsultasi medis dengan dokter. Apalagi banyak obat kuat illegal yang beredar. Begitu pun yang diiklankan dengan begitu hebat. Menurut pandangan pakar seksologi, Wimpie Pangkahila, tidak semuanya benar. Beberapa hanya mengandung sejumlah vitamin dengan tambahan zat tertentu seperti seng (Zn). Baik untuk obat moden atau jamu, menurutnya sama saja yakni tidak jelas khasiatnya.
“Sekali lagi saya tegaskan, bahwa obat-obat yang diiklankan secara mencolok dan dinyatakan dapat meningkatkan gairah seksual, sebenarnya bukan obat khusus meningkatkan gairah seksual. Mengapa? Karena isinya hanya vitamin biasa, dengan tambahan zat lain misalnya Zn dan ginseng,” tegasnya. Nah! Jadi, bagaimana? (*/bbs)
|
|