|
|
|
|
![]() |
![]() |
Ibadah Hari Doa se-Dunia 2006, baru saja dilaksanakan warga GMIM, khususnya di Gereja Bethesda Manado telah dilangsungkan hari Minggu, 19 Maret lalu.
Pendeta Ny MA Lapian-Su-mualSTh yang menjadi kadim mengulas tema ibadah yaitu “Tanda-tanda Zaman” dikaitkan dengan kondisi di Sulut yang gencar-gencarnya membe-rantas korupsi, pemberantasan narkoba, penjualan perem-puan, dll. Dalam kasus-kasus itu nyatanya banyak pelakunya adalah umat kristiani.
Bukankah ini dapat dikategori-kan sebagai “Tanda-tanda Za-man” tanya sang pendeta yang nampaknya turut diaminkan jemaat yang hari itu cukup banyak sehingga banyak yang terpaksa duduk di luar gedung.
Penulis sangat terusik dengan khotba itu. Betapa tidak? Akhir-akhri ini banyak peristiwa di Sulut yang aneh-aneh dan sangat menghebohkan.
Ada ayah kandung menghamili anaknya, ada mantan calon wa-likota yang dituduh menipu, Kok musti diborgol, sungguh keter-laluan.
Di daerah perbatasan Kejari Tahuna yang tengah mengungkap korupsi di Talaud terpaksa me-nangkap empat pimpinan Dewan Talaud ini luar biasa. Tapi sebalik-nya pekan silam Polda Sulut de-ngan komandannya Brigjen Pol Gordon Mogot telah menangkap Bendaharawan Kejari Manado dan Ajudan Kajati Sulut karena perkara Narkoba. Masih dalam kaitan itu, Kasi Intel kejati Ma-nado yang digeledah rumahnya oleh Polda berdasarkan petunjuk Bendahara Kejari dan Ajudan Kejati, tak dapat menerima perlakuan itu.
Makanya jaksa yang bersang-kutan mempraperadilankan Polda Sulut. Peristiwa terkait Narkoba ini berawal dari tertang-kapnya Fidel,anak seorang Tokoh Sulut.
Tapi diluar berita kriminal, ada berita yang sangat membingung-kan Umat Kristiani, khusunya Warga GMIM, komunitas Kristen terbesar kedua di Indonesia. Me-nyangkut kebijakan Petinggi-petinggi GMIM yang saling ber-seberangan, contoh konkret, soal Rektor UKIT. Dalam acara Dies lalu, kopartis memuji gebrakan rektor sekaligus mengimbau semua pihak supaya mendukung kepemimpinan Rektor Dr RAD SIWU. Pendeta SIWU dikukuh-kan sebagai Rektor oleh Yayasan Pendidikan Tinggi Kristen GMIM yang di ketuai Ir Roring Ketua PKB GMIM.
Ketua GMIM DR Supit yang mantan Rektor UKITmelalui Ya-yasan AZRWenas telah me-ngukuhkan Piet Wongkar se-bagai Rektor UKIT. Warga UKIT menganggap tetap SIWU se-bagai rektor berarti tak menga-kui pengangkatan Peit Wongkar mantan Ketua Sinode GMIM Kelly Rondo yang duduk seba-gai Wakil Ketua Yayasan Wenas bidang Pendidikan Tinggi me-ngaku tak tahu menahu dengan kebijakan itu.
Ini namanya aneh bin ajaib se-bab bukankah mereka semua adalah Tokoh-tokoh Panutan warga GMIM.
Di Mimbar semua mereka membawa kabar perdamaian dan persatuan. Tapi kini yang terjadi berlawanan dengan itu.
Bukankah ini dapat dibaca sebagai “Tanda-tanda Za-man?”
Manado, 22 Maret 2006
S.E. PANGGEY.
|
|