|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Berbagai persoalan
dikritisi
Yal ‘Disandera’ Mahasiswa, Gubernur Memilih Mangkir
|
Sejumlah komponen mahasiswa yang menggelar demo di Kantor DPRD Sulut Jumat (24/03), ‘menyandera’ Ketua DPRD Sulut Drs Syachrial ‘Yal’ Damopolii. Pasalnya, maksud pendemo untuk bertemu langsung dengan Gubernur Drs Sinyo Sarundajang tak kesampaian, sehubungan usai acara penandatanganan kesepakatan antara BPK dengan dewan, gubernur lebih memilih ‘mangkir’ dan keluar dari kantor dewan melalui pintu belakang.
Jadinya, pendemo yang terbagi dua gelombang ini, yakni pertama terdiri dari GMKI, keluarga besar FISIP Unsrat, Paguyuban Senat Unsrat dan kedua terdiri dari PMKRI, PMII dan elemen masyarakat lainnya ini, hanya diterima Yal didampingi Wakil Ketua Komisi A, Abid Takalamingan SSos, disaksikan oleh sejumlah anggota dewan seperti AHJ Purukan, Farid Lauma, Sahrul Poli SE, Olga Sampel SE.
Dalam orasi pendemo pertama, banyak sekali persoalan dikritisi dengan keras. Dikatakan Regen Pantow, Donald Monintja SSos, Altin Tumengkol, Recky Sondakh, Hans Weku STh dan orator lainnya, dalam kaitan penerimaan CPNS harus dibentuk Panitia Khusus (Pansus) karena tidak transparannya tahapan-tahapan yang dilaksanakan. Dan menyangkut APBD harus berpihak pada rakyat. Mengenai agenda studi banding dan SKB 2 menteri ditolak dan Sulut harus bersih narkoba.
Jalannya demo sempat berlangsung panas dan hampir mengarah ke tindakan anarkis. Ini lantaran pintu gerbang dewan ditutup dan diblokade barisan polisi sekitar 1 jam. Sehingga terjadi aksi dorong mendorong. Dan ketika ada pendemo yang berhasil menerobos melalui memanjat pagar, sesaat kemudian pendemo lainnya menembus barisan polisi dan merobohkan gerbang yang terbuat dari besi berukuran besar.
Serta merta massa langsung bergerak masuk halaman kantor dewan untuk mencegat berlalunya kendaraan gubernur bersama rombongan BPK RI, unsur muspida dan tamu saat hendak melaju ke pintu belakang kantor dewan.
Kendati dihalau polisi dan pihak lainnya, pendemo terus bergerak untuk menemui gubernur. Hanya saja tak kesampaian karena mobil gubernur sudah bergegas bersama kendaraan lainnya.
Melihat situasi sudah memanas, Pembantu Dekan III FISIP Unsrat Drs Marsel Mantiri dan pemimpin demo akhirnya harus menenangkan massa karena Yal selaku Ketua DPRD Sulut sudah berada di tengah-tengah massa menerima aspirasi.
“Sebenarnya kami kecewa, gubernur selaku alumnus FISIP tak bersedia menerima aspirasi kami. Untuk itu kami minta ketua dewan harus menjelaskan semua persoalan yang ada dan mengambil sikap,” teriak pendemo.
Yal mengatakan, dirinya meminta agar pengumuman CPNS ditunda dulu karena Rabu (29/03) pekan depan akan digelar hearing. Soal APBD dijanjikan akan berpihak pada kepentingan umum. Dijanjikan juga tidak ada studi banding. Sedangkan mengenai SKB 2 menteri, dewan sudah menyurati pemerintah pusat.
“Menyangkut narkoba, saya menjadi orang terdepan untuk masalah ini. Tapi melihat fenomena yang ada yakni pemakai ditangkap tapi bandarnya tidak, maka saya minta semua komponen masyarakat bahu membahu memberantas kasus ini,” ujarnya.
Sedangkan mengenai aspirasi HMI, PMKRI dan komponen lainnya, kata Yal, tak perlu dipersoalkan sebab tidak terjadi kenaikan TDL.(tru)
|
|