|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Bertahan Hidup dengan ‘Kipung’
|
Oma Flora hanya keluaran sekolah rakyat zaman kolonial. Tapi ia dicerdaskan oleh filosofi tradisi dalam kearifan besar budaya Sangihe dalam memak-nai hidup. Sungguh berat jika kita memperhatikan perjuangan hidup dari seorang anak manu-sia seperti Oma Flora ini. Beta-pa tidak, dalam persaingan usa-hanya dia masih mampu berta-han. ‘’Bayangkan saja ada ku-rang lebih 85 persen warga Kampung Lenganeng yang ma-ta pencarian mereka sama dengan Oma Flora yaitu memi-lih pekerjaan Kipung,” ujar Ka-pitalaung Lenganeng Steven Manopo saat disambangi harian ini. Tapi sosok Oma Flora masih mampu bertahan bahkan bersaing dengan warga ‘Ki-pung’ lainnya,” puji Manopo lagi.
Berbagai jalan ditempuhnya, hanya untuk memikirkan ba-gaimana agar usaha Kipung keluarga yang telah lama dirintisnya ini dapat bertahan. ‘’Saya sampai pergi ke Bank BRI Unit Petta untuk menam-bah modal usaha Kipung ini,’’ papar Oma Flora.
Memang kemitraan dengan pihak Bank BRI Unit Petta su-dah lama terjalin, bahkan sam-pai sekarang mereka masih menggunakan jasa perbankan. Oma Flora tidak menjelaskan berapa besar pinjamannya di Bank BRI Unit Petta, tapi kata Oma Flora, yang pasti kami ha-rus mengembalikan pinjaman ke pihak bank selama kurang lebih dua tahun. Dulu, kenang Oma Flora, ketika Presiden Gus Dur berkuasa, usaha Kipung mereka, pernah meraup keun-tungan yang sangat besar sam-pai berkisar Rp 20 juta lebih pendapatan bersih per bulan-nya.
Cerita sukses Oma Flora sam-pai sekarang masih diberkati Tuhan, sekalipun derita masih saja dialami.
Oma Flora menambahkan, usaha Kipung ini, sangat ter-gantung pada naik turunnya har-ga komoditi pertanian seperti kelapa, cengkih, dan pala. Se-bab jika harga komoditi ini turun maka penjualan dan pembelian barang akan sepi. “Sebagai contoh, saat ini pasar kami lagi sepi, karena untuk mendapat-kan seratus ribu rupiah saja, kami harus menunggu di kios seharian penuh,” kata Oma Flora.
Kios Kipung Oma Flora de-ngan ukuran 3x3 meter itu ter-letak di lokasi pelabuhan lama Tahuna. Banyak hal yang diper-bincangkan dengan keluarga Oma Flora sore itu, baik tentang hidup getir, dan prospek Kipung ke masa depan. Tapi ia tak lupa titip salam kasih buat Bupati Drs Winsulangi Salindeho. “Kebi-jakan Bupati memberikan fasilitas berupa alat-alat Kipung yang diberikan lewat Dinas Perindag Kabupaten Sangihe beberapa waktu lalu telah sa-ngat membantu kami mengais hidup,” ujarnya. Oma Flora pun berharap agar di hari-hari mendatang para penjual alat hasil kerja Kipung dapat diberikan tempat yang layak, sehingga barang dagangan mereka bisa laris manis.(***)
|
|