|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
Jalur Kotamobagu-Kotabunan putus
Longsor Kembali Minta Korban, 2 Warga Hilang
|
Hujan deras yang kembali melanda Sulut sejak Sabtu (25/03) hingga Minggu kema-rin (26/03), kembali menelan korban. Seorang warga Tu-minting dilarikan ke rumah sa-kit setelah rumahnya tertim-bun tanah, sedangkan dua war-ga di Minsel dilaporkan hilang terbawa arus sungai, dan jalur Kotamobagu-Kotabunan putus.
Warga Tuminting yang apes itu adalah Maksi Polomulo (39) yang berdomisili di Lingkungan II. Sekitar Pukul 13.00 WITA, di saat korban sedang tidur nyenyak, tiba-tiba talud di bel-akang rumah milik Keluarga Haryono Salim/Heni Bano, ambruk akibat derasnya hujan yang mengguyur sejak pagi.
Tak pelak lagi, rumah Maksi pun tertutup tanah. Maksi yang sedang berada di dalam rumah, terperangkap. Untunglah berha-sil dievakuasi segera, dan kini harus dirawat intensif di RS Kan-dou. Sementara itu, anaknya Iva (3 tahun) dilaporkan selamat, namun sempat terluka di bagian kaki. Hingga tadi malam, korban Maksi Polomulo, masih kritis dan harus dibantu napas bua-tan. Korban dilaporkan meng-alami luka pada sekujur tubuh dan kondisi tidak sadar.
Sementara itu, dari Minsel, Sabtu (25/03) sore akhir pekan lalu, dilaporkan terjadi longso-ran tanah di antara ruas jalan Desa Tambelang, Kecamatan Maesaan dengan Desa Moko-bang, Kecamatan Modoinding.
Sedangkan di Kecamatan Tom-pasobaru, dilaporkan sungai Moyondok meluap, mengakibat-kan rumah-rumah di perkam-pungan Desa Sion, Raratean, dan Pinaesaan terendam. Bahkan talud sawah di tiga desa yang luasnya sekitar 500 hektar ambruk.
Tak hanya itu, dua warga yang teridentifikasi bernama Ober Suoth (40), warga Desa Kina-mang dan Jerry Manayang (40), warga Desa Sion dilaporkan hi-lang. Kedua korban dilaporkan mencoba menyeberang jemba-tan di saat Sungai Moyondok meluap. Korban diduga terpe-leset di jembatan bambu itu, dan jatuh serta langsung hanyut terbawa derasnya arus sungai. Hingga berita ini ditulis kemarin sore, kedua warga Minsel ini belum ditemukan.
Tokoh Pemuda Kecamatan Tompaso Baru, Rendli Liow mengatakan, total kerugian yang dialami 3 desa yang dihantam banjir ini diperkirakan bisa men-capai miliaran rupiah. Bupati Minsel, Drs RM Luntungan ber-sama Kadis PU Ir Jantje Wauran MM langsung turun ke lokasi meninjau.
Pada bagian lain, akibat hujan terus-menerus sejak Sabtu (25/03) pagi sampai malam, terja-dinya longsor cukup parah di lima titik di puncak Tobongon, yang masih masuk dalam wila-yah Kecamatan Modayag. Aki-batnya, ruas jalan yang meng-hubungkan Kotamobagu menu-ju Kecamatan Nuangan dan Ko-tabunan, putus total sejak Sabtu malam.
Tiga titik longsor ditemui di dekat tower Telkomsel di Desa Tobongon, dan dua titik lainnya di kompleks perkebunan Ende-Endeyau. Antrian mobil pun tak terelakkan lagi, di mana amatan harian ini sekitar pukul 12.00 WITA kemarin, masih ada puluhan mobil dari arah Kotamobagu menuju Kota-bunan dan Nuangan yang masih tetap bertahan menanti pe-ngerukan longsor. Sedangkan sebagian mobil lagi, telah kembali ke Kotamobagu sambil menunggu terbukanya jalan.
Hingga kemain siang, longso-ran sudah menutupi seluruh badan jalan dan belum juga di-keruk. Sementara gerimis tak kunjung henti sejak pagi. Ang-gota Dekab Bolmong Sunarto Kandengkang yang ditemui di lokasi saat hendak menuju Nua-ngan, langsung menghubungi Dinas PU Kimpraswil Bolmong lewat Kasubdin Bina Marga, Nus Mokodongan. Diperoleh infor-masi, PU Kimpraswil sedang me-ngupayakan pengangkutan alat keruk yang saat itu sedang di pakai di Dumoga. “Alat keruk se-bentar lagi akan tiba,” kata Ka-dengkang mengutip Mokodo-ngan.
“Mudah-mudahan cuaca akan membaik, sehingga lonsoran tanah tak akan bertambah lagi,” harapnya sembari berusaha meminta sejumlah pengemudi ken-daraan agar tidak terlalu mende-kati titik
longsor.(tus/jok/tr-01)
|
|