|
Rebut Emas STE, Bonyx Kecewa
|
KENDATI mampu merebut medali emas di Kejuaraan Nasional, Sarung Tinju Emas (STE) di Pekanbaru, Riau, Sabtu (25/03), petinju Sulut, Bonyx Yusack Saweho tetap merasa kecewa. Rasa kecewa Bonyx dialamatkan kepada pemerintah propinsi Sulut.
Menurut Bonyx, ungkapan rasa kecewa karena perjuangannya untuk membela nama Sulut di pentas nasional sama sekali tidak dihargai oleh pucuk pimpinan propinsi Sulut, yakni Gubernur SH Sarundajang. “Jangankan bonus, ucapan selamat saja tidak pernah saya dapatkan dari orang nomor satu di Sulut itu. Padahal, segala resiko saya jalani selama pertandingan hanya untuk menjunjung nama Sulut di pentas nasional,” ujar Bonyx kepada Komentar, kemarin.
Dikatakan Bonyx, sejak keberangkatan ke Pekanbaru hingga mampu merebut medali emas untuk Bumi Nyiur Melambai, ia merasa tidak pernah mendapatkan bekal berupa suntikan semangat dari para petinggi Sulut. “Saya merasa iri karena disisi lain, gubernur mau memberikan perhatian terhadap cabang olahraga lain, tapi justru tinju yang sering mengharumkan nama Sulut seperti diabaikan,” imbuh suami dari atlet pencak silat nasional, Pengky Simbar.
Bonyx sendiri meski hanya mendapatkan suport dari Ketua Umum Pengda Pertina Sulut, Aryanthi Baramuli Putri SH dan jajarannya, terus berjuang untuk nama besar Sulut. “Saya berterima kasih kepada Ibu Aryanthi yang memberikan suport bagi perjuangan saya di pentas nasional. Tapi, disisi lain saya merasa kecewa karena perjuangan saya sepertinya tidak mendapat penghargaan dari orang nomor satu di Sulut,” jelas satu-satunya petinju Indonesia yang tampil di Olympiade Athena 2004 lalu.
Perjuangan Bonyx di STE memang bukanlah ringan. Sebab, ia harus menghadapi dua petinju tuan rumah, masing-masing Tison Simorangkir dan Rionando Butar-butar di babak-babak awal. Sementara di final Bonyx mampu membuktikan diri sebagai penguasa kelas terbang 51 Kg setelah mengalahkan Dastesa Moniaga dengan skor 25-18, Kemenangan itu sangat berarti bagi Bonyx karena ia mampu membalas kekecewaan karena digusur Dastesa menjelang keberangkatan ke SEAG Manila 2005.(dni)
|