|
|
|
![]() |
![]() |
|
Pamasangan atribut partai
GMKI Manado Nilai Partai Golkar Manado Belum Dewasa
|
Pernyataan dua dedengkot Partai Golkar Manado, Drs Welly Areros dan Nicolaas Wongkar yang menyebutkan pembangunan posko dan pemasangan bendera dan spanduk merupakan aksi spontanitas para kader beringin, ditanggapi serius Generasi Muda Kristen Indonesia (GMKI) Manado. Organisasi kepemudaan ini menilai pernyataan dua politisi itu belum dewasa dan matang dalam percaturan politik daerah.
“Sikap seperti itu tak lain dari upaya melakukan pembohongan publik dan terus mengelabui masyarakat,” papar release yang ditandatangani Ketua BPC GMKI Manado Frangky Mocodompis SSos.
Karenanya organisasi ini menyatakan prihatin dan menyesalkan atas upaya pembenaran yang disampaikan kedua pantolan Golkar Manado itu.
“Kami memiliki data bahwa 600 buah bendera, 40 buah spanduk dan 25 lusin kaos Partai Golkar dipesan oleh seorang Pengurus Partai Golkar pada salah satu percetakan sablon di kompleks Asuransi Bumiputera di Kampung Langowan Manado. Apalagi untuk posko tarif pendiriannya berkisar Rp 3 – 5 juta. Punya pesawat televisi lagi. Jika spontan, bendera, spanduk, dan kaosnya pasti berlainan. Coba tanya ke masyarakat, apakah ini yang dinamakan spontanitas dan sosialisasi?” tantang mahasiswa Pascasarjana Unsrat tingkat akhir ini.
Dikatakan Mocodompis, sebagai pendidikan politik masyarakat, langkah-langkah seperti itu harus ditinggalkan Partai Golkar yang mengklaim diri berparadigma baru. Masyarakat kita cerdas dan mulai kritis memilih wakilnya di legislatif sehingga Golkar Manado perlu merubah strategi dalam menghadapi Pemilu dengan menjadi Partai yang berpenampilan simpatik. Dicontohkan, seperti membantu para buruh sampah dalam meningkatkan kesejahteraan mereka yang hingga saat ini masih berada di bawah standar dan tidak sesuai dengan jerih payah mereka.
“Bayangkan jika pekerja dengan tarif Rp 16 ribu per hari ini mendapat suplai dana tambahan dari Partai Golkar. Pasti mereka tidak ke mana-mana ” timpal Sekretaris BPC Arvan Bawangun SH.
Dikatakannya, jika langkah-langkah ini terus dilakukan, maka KPU akan melakukan anulir dan diskualifikasi, meski Golkar menang di Manado. “Menyoroti perilaku non etis Partai Golkar ini, kami telah menyurati KPU di Jakarta ,” kata Mocodompis dan Bawangun.(eky)
|
|