|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Realisasi tanam jagung lampaui target
Dispertanak Bantah Crash Program Gagal
|
Pendapat sejumlah kalangan yang menilai crash program jagung mengalami kegagalan, secara tegas ditentang oleh pihak Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) Sulut. Saat dimintai tanggapannya, Senin (27/03) kemarin, Kepala Seksi Serealia Dispertanak Sulut, Ir F Rompas justru berpendapat program yang dicanangkan pada akhir tahun 2005 lalu tersebut melampaui target yang ditetapkan.
Hal itu menurutnya bisa dilihat dari realisasi tanam dan realiasi produksi selang beberapa bulan terakhir.
Menurut Rompas, realisasi tanam sampai minggu kedua bulan Maret tahun ini mencapai 21.604 hektar, sementara target yang ditetapkan hanya 10.000 hektar. Demikian halnya dengan target produksi, sampai akhir bulan Februari tahun ini sudah mencapai 18.485 ton. Padahal, crash program jagung yang pendanaannya bersumber dari APBD ditargetkan baru akan berproduksi pada awal April mendatang.
“Produksi jagung dari bulan Januari sampai Maret tahun ini belum termasuk crash program yang pendanaannya bersumber dari APBD, melainkan swadaya petani. Itu pun
habis terserap oleh pasar lokal, sehingga wajar saja kalau stok jagung tidak mampu memenuhi permintaan pedagang besar,” kata Rompas.
Menurut Rompas, total produksi jagung di Sulut pada bulan Januari mencapai 7.258 ton. Sementara produksi pada bulan Februari meningkat menjadi 11.227 ton. (rol)
Realisasi Produksi CP Jagung Sampai Bulan Februari
Daerah Januari Februari Jumlah
Minahasa 4.005 5.505 9.510
Minsel 252 2.316 2.568
Minut 540 1.069 1.609
Bolmong 1.650 1.386 3.036
Sangihe 26 11 37
Talaud 0 0 0
Manado 173 370 543
Bitung 270 288 558
Tomohon 342 282 624
Total 7.258 11.227 18.485
Sumber : Dispertanak Sulut
|
|