HOME : FOOTBALL

Berita Mimbar dan Keagamaan 

28 March 2006

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Selatan
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro, Politix).

Terbit 40 Hal.  Color-BW 

Alamat ; Jl. Sam Ratulagi No.162 Manado  95111 Phone: (0431) 851030 (Hunting)  Fax (0431) 851031 (Redaksi), (0431) 850955 (Merketing) 

  

Hari ini, Umat Hindu Upacara Melasti 

 

 IKUTI BERITA LAIN

Kerja sama dengan Departemen Kominfo 
Besok, UKIT Gelar Seminar Subsidi Langsung Tunai

Mantan Rektor UKIT Prof Worang Surati Pdt AO Supit 

Lintas Berita Mimbar 

Sejarah Pekabaran Injil di Sangir Talaud (7) 

Hari ini, Kamis (28/03) ratusan umat Hindu yang berdomisili di wilayah Kota Manado mengkuti proses upacara melasti. Kegiatan upacara melasti yang dipusatkan di Pantai Tateli Manado merupakan keputusan bersama antara PHDI Propinsi, Kota Manado dan seluruh umat Hindu Kota Manado.

Prosesi upacara melasti, akan diawali dengan persembahyangan bersama pada pukul 05.00 Wita di Pura Jagadhita Taas Manado, dan selanjutnya pada pukul 06.00 Wita seluruh umat Hindu akan bersama-sama berangkat dari lokasi Pura Jagadhita Taas menuju pantai Tateli Manado.
Upacara melasti dipimpin langsung oleh Pinandita I Ketut Dirta. Wakil Ketua PHDI Sulut Drs Dewa K Anom MSi, menjelaskan upacara melasti pada hakekatnya bermakna, untuk membersihkan bhuana agung (makrokosmos) dan bhuana alit (mikrokosmos) dari segala mala (kotor) yang mengotori alam semesta, dan kehiduoan umat manusia. Disamping itu bertujuan untuk memohon tirta amertha/air suci kehidupan kehadapan tuhan atau Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Sementara prosesi ritual berlangsung, seluruh umat Hindu menyanyikan kidung wargasari atau kidung rohani yang diiringi dengan tetabuhan gong atau gamelan, sehingga suasana menjadi lebih semarak dan suci. Prosesi melasti diatur tahap demi tahap dan pelaksanaanya dilandasi dengan ajaran desa, kala dan patra (tempat,waktu dan keadaan) yang berseumber dari Kitab Suci Weda. 
Ajaran berikutnya adalah persembahyangan bersama, guna memohon anugerah dan kekuatan dari Tuhan atau Ida Sang Hyang Widhi Wasa serta memohon kepada Tuhan agar semua sifat-sifat kotor yang harus dileyapkan.
Persembahyangan akan diakhiri dengan nunas tirta atau menerima percikan air suci dan beberapa biji beras yang telah dusucikan sebagai simbul bahwa masing-masing umat Hindu telah menerima anugrah dari Tuhan.(aan) 

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin