|
|
|
![]() |
![]() |
|
Joseph Th Pati
Antara Pilkada Bolmong dan Juklak PG
|
SEBAGAI salah satu ‘petinggi’ di lingkungan Partai Golkar (PG) Sulut, Joseph Th Pati atau akrab disapa Bung Jos, tampaknya tak mau gegabah dalam memberi apresiasi terhadap informasi adanya ‘riak-riak’ politik yang menerpa beberapa kader Beringin dari Kabupaten Bolaang Mongondow. Apalagi atas ‘dipersoalkannya’ keanggotaan salah seorang pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PG Sulut, Djelantik Mokodompit (DM)
Memang, status yang bersang-kutan (DM) sebelumnya sempat jadi pergunjingan menyusul ke-ikutsertaannya dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) di Bol-mong, padahal Partai Golkar su-dah mencalonkan figur tertentu. Untuk itu, Jos dengan bijak tak mau berapresiasi lebih selain menje-laskan ‘aturan main formal’ yang ‘mengikat’ di tubuh PG.
Menurut Pelaksana Harian Ke-tua DPD PG Sulut ini, dalam me-nyikapi dinamika politik ini, PG pasti akan berpijak pada aturan main tersebut, dalam hal ini Petun-juk Pelaksanaan (Juklak) Nomor lima. Di situ dinyatakan, seorang kader partai yang tidak mengikuti aturan main tersebut (misalnya khusus terhadap kiprah DM dalam pilkada Bolmong), telah diatur bahwa yang bersangkutan harus dinonaktifkan dari jabatan struk-tural partai, dalam hal ini di DPD PG Sulut. DM sendiri selama ini menjabat sebagai bendahara.
Masih sesuai aturan main di-maksud, dijelaskan pula bila seorang kader PG dicalonkan atau te-patnya mencalon-kan diri dari partai lain, yang bersang-kutan tidak boleh menggunakan atribut PG. “Selain itu, yang bersang-kutan juga tidak boleh menjelek-jelekkan PG dalam akti-vitasnya tersebut,” tambah Jos.
Bila kemudian ada informasi bahwa DM sudah diusulkan un-tuk dianulir kenaggotaannya dari PG Bolmong, menurut Jos, mema-ng yang berhak untuk mengaju-kan usulan adalah PG Bolmong. “Sebab yang bersangkutan memi-liki nomor pokok anggota Golkar di Bolmong,” katanya.
Tapi usulan itu tidak lantas ber-laku begitu saja. Dikatakan Jos, usulan itu mesti disampaikan ke DPP melalui DPD PG Sulut. “Jadi, bagaimana keputusan akhirnya ada di DPP. Makanya, kita tunggu saja perkembangannya,” kata dia lagi. Karena itu, Jos enggan memberi komentar lebih saat ditanyakan kemungkinan kelak DM di-PAW bila usulan PG Bol-mong pada akhirnya mendapat dukungan DPP. “Itu kan masih terlalu dini, dan lagi, ada mekanisme-nya,” ujarnya diplo-matis. Ya, kalau be-gini, benar juga kata Bung Jos, sekali lagi, kita tunggu saja!(landy)
|
|