|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
Walikota ajukan surat keberatan ke gubernur
Masalah CPNS Seabrek, Pemprop ‘Diserang’ dari Segala Penjuru
|
Dari Tomohon, Pemkot yang dipimpin Jefferson Rumajar SE menyatakan belum bisa me-nerima hasil pengumuman CPNS yang telah dilakukan Pemerintah Propinsi Sulut Sabtu (24/03), melalui sejum-lah media massa.
Bahkan Walikota Tomohon Jefferson SM Rumajar SE, Se-lasa (28/03), langsung mela-yangkan surat keberatan kepa-da Gubernur Sulut, terkait proses pengolahan Lembar Jawaban Komputer (LJK) Pela-mar CPNS baik dari tenaga ho-norer maupun pelamar umum, serta mekanisme penentuan ranking dan pengumuman oleh pemerintah propinsi.
Alasan ‘penolakan’ yang tertuang surat bersifat penting dengan nomor 35/WKT/III-2006 yang ditandatangani Walikota Rumajar perihal Permintaan Penarikan Kembali Pengumu-man Kelulusan CPNSD Kota Tomohon itu, karena ada bebe-rapa hal krusial yang harus diklarifikasi. (berita terkait baca halaman Tomohon).
Sedangkan dari Bolmong, puluhan pelamar CPNS yang ‘lulus sehari’ meminta DPRD Bolmong agar mendesak Pem-prop, tetap menetapkan nama mereka dalam daftar lulus. Se-perti diketahui, sedikitnya 100 peserta CPNS Bolmong terpak-sa dianulir karena nama mere-ka tidak berada di daftar peser-ta yang lulus sesuai hasil print out yang diteken Asisten III Pemprop Sulut.
Padahal sebelumnya, melalui pengumuman di media massa yang mengkopi data dari mas-ter komputer di Pemprop, na-ma mereka dinyatakan lulus. Mereka hingga tadi malam dikabarkan menduduki kantor dewan setempat.
Wakil Ketua Dekab Bolmong, Jacobus Jemmy Tjia mengata-kan, aspirasi tersebut telah di-tampung dewan untuk dise-rahkan kepada BKD Bolmong, agar BKD Bolmong menerus-kannya ke Pemprop Sulut. “Ka-mi telah menampung semua pengaduan mereka untuk di-serahkan ke pemprop via BKD Bolmong. Namun dewan terle-bih dahulu akan mengundang Kepala BKD Bolmong untuk membicarakannya,” papar Tjia, yang turut dibenarkan Ketua Dewan Hi Sunardi Sumantha SIP.
Pada bagian lain, Arfan Pali-ma, salah seorang pelamar CPNSD di Bolmong, membeber hasil analisa dia terkait pengu-muman edisi Senin. Soalnya pemprop menyatakan untuk formasi di Bolmong yang lulus ada 442 orang, dan yang tidak terakomodasi 30. Namun sete-lah dihitung, jumlah total pela-mar honorer dan umum di Bol-mong yang dinyatakan lulus, ternyata hanya 437. “Ini berarti masih ada lima kursi yang kurang. Di kemanakan itu?” kritiknya.
Sementara itu, Pemkab Mi-nut yang dikomandani Vonnie A Panambunan dan Drs Som-pie Singal menyatakan, pihak-nya tidak akan ragu-ragu menganulir peserta lulus yang bermasalah.
Misalnya saja, dua peserta CPNS yang dinyatakan lolos untuk formasi Jurusan Bahasa Inggris dan Jurusan Kimia, masing-masing Etnie Corin Ru-ru dengan latar belakang ijazah Jurusan Bahasa Inggris D3 Akta III dan Agus H Oley Sorot S1 Jurusan Sastra Inggris, ter-ancam akan dianulir sebab dua formasi ini tidak ada dalam penerimaan CPNS Minut.
Sebagaimana diungkapkan Wakil Bupati Minut Drs Som-pie Singal SE MBA, kalau me-mang saat pembukaan pendaf-taran CPNS Minut memang ti-dak ada formasi itu, secara otomatis tidak akan ada kelu-lusan, sehingga sikap Pemkab Minut harus menganulir pe-serta yang dinyatakan lolos tersebut.
Sementara mengenai kegan-jilan-keganjilan terkait pengu-muman CPNS Minut, lebih lan-jut dikatakan Sompie, masih akan dikoordinasikan lagi de-ngan BKD Propinsi. “Saya me-mang belum mengetahui hal ini, namun kalau memang ti-dak ada formasi penerimaan CPNS seyogyanya tidak ada ke-lulusan, namun untuk lebih menjernihkan persoalan ini, saya akan melakukan koordi-nasi dengan Pemerintah Pro-pinsi,” ujar Sompie.
Bagian lain, persoalan kegan-jilan-keganjilan CPNS ini, Se-lasa (28/03) kemarin, diadu-kan oleh sejumlah generasi muda ke DPRD Minut. Mereka mendesak agar dewan sebagai wakil rakyat, tidak tinggal diam melihat persoalan ini. Mereka mengharapkan agar kegan-jilan-keganjilan ini diklari-fikasi BKD Minut dan Pemeri-ntah Propinsi.
Di Minsel, Bupati Minsel Drs RM Luntungan menegaskan, formasi yang tak terisi akan diisi. Bahkan dirinya telah me-merintakan kepada Kepala BKD Minsel Drs Meiki Onibala untuk mengkoordinasikan for-masi yang lowong ini ke pe-merintah propinsi (pemprop) Sulut. “Di media Anda (Komen-tar, red) kan diberitakan ada-nya respons Menpan untuk ti-dak menghilangkan formasi yang kosong atau tidak terisi.
Jadi di Minsel terdapat 11 formasi CPNS yang kosong, akan diisi. Yang pasti, nama-nama yang akan diisi adalah bukan dari titipan atau jatah dari kami,” tukas Luntungan, Selasa (28/03) kemarin.
Tak hanya yang tidak lulus CPNS ternyata yang resah. Pasalnya, puluhan (CPNS) yang telah dinyatakan lulus dalam seleksi CPNS juga ikut menya-takan kekecewaannya dengan sikap yang ditunjukkan pihak Badan Kepegawaian Daerah (BKD), terutama di Kota Mana-do. Pasalnya, sampai dengan saat ini pihak BKD belum dapat memastikan kapan jadwal kelengkapan berkas dan apa yang diperlukan dalam proses ini, padahal waktu penetapan Nomor Induk Pegawai (NIP) tinggal beberapa hari lagi. Bahkan, dalam pantauan harian ini, Selasa (28/03) kemarin, para CPNS terlihat nganggur di kompleks Kantor Walikota Manado menunggu jadwal pasti kelengkapan berkas.
Ditemui harian ini, sejumlah CPNS mengaku kecewa de-ngan sikap yang ditunjukan pihak BKD. Menurut mereka, seharusnya dengan kehadiran mereka di tempat ini pihak BKD dapat memberikan ara-han yang pasti tentang jadwal tersebut.
“Terus terang sampe seka-rang torang bingung dengan sikap BKD. Masa dorang telan-tarkan pa torang. So dua hari ini torang datang for mo cari ta-hu jadwal kelengkapan berkas, mar sampai sekarang belum ada satupun arahan dari pihak yang terkait. Torang kan jelas-jelas merasa cemas dengan kondisi ini,” ungkap salah seorang CPNS yang enggan namanya dikorankan.(tim/*)
|
|