HOME : FOOTBALL

Headlines News  

29 March 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro). Terbit 40 Hal.  Color-BW, Alamat: Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone: (0431) 879799,  Fax: (0431) 879798 

Permintaan listrik 5.000 rumah belum dilayani PLN 
Ratusan Ruko dan Mall di Manado Terancam Tidak Bisa Beroperasi


KOMPLEKS perdagangan elit baru di kawasan reklamasi Boulevard yang akan mulai dibuka tahun ini, terancam tidak bisa beroperasi. Pasalnya, PLN sendiri tidak mampu lagi me-nyuplai listrik untuk kawasan ruko-ruko dan mall tersebut. Di sisi lain, pengembang mengaku tidak bisa hanya mengharapkan genset saja untuk kebutuhan listrik di kawasan tersebut. 
Tak hanya itu. Selain kawa-san perdagangan, hingga kini ternyata sekitar 5000-an ru-mah di Manado yang meminta penyambungan listrik, belum bisa dilayani PLN karena daya listrik untuk kota ini, tidak bisa lagi memenuhi permintaan. Kabag Humas PT PLN Sulut-tenggo, Ir Max Koraag mem-benarkan hal ini. 
Menurutnya, untuk saat ini, PLN belum bisa melayani per-mintaan penyambungan listrik di Manado, baik untuk rumah-rumah maupun kompleks per-tokoan. ‘’Untuk saat ini saja ada permintaan 55 Megawatt di Manado yang masuk daftar tunggu,’’ katanya. Menurut perhitungan kasarnya, 55 Me-gawatt ini bisa untuk 4000 sampai 5000 rumah, jika se-tiap rumah dihitung 1300 Watt. ‘’Kalau hitungannya 900 Watt per rumah, tentunya daftar tunggu ini lebih dari 5.000 rumah.’’
Koraag mengatakan, saat ini kemampuan atau daya PLN se-Sulut ‘hanya’ 132 Megawatt, dan kebutuhan masyarakat sudah mencapai 127 Megawatt di saat beban puncak. Memang PLN masih memiliki cadangan 5 Megawatt. ‘’Tapi jika satu mesin saja drop, maka akan berdampak besar, karena akan terjadi pemadaman akibat daya tidak mampu lagi menyuplai kebutuhan yang ada,’’ katanya. 
Lalu kapan PLN membuka lagi penyambungan listrik di Mana-do? “Kita masih harus menung-gu unit pembangkit masuk, yang kemungkinan tahun 2007 nanti,’’ katanya. Oleh sebab itu, dia menyarankan agar warga di Manado yang sudah memiliki listrik, memeliharanya dengan baik, sehingga tidak terputus, karena sekarang sudah tidak ada lagi penyambungan baru. ‘’Pokoknya jangan sampai di-putus, karena untuk penyam-bungan tidak bisa lagi,’’ tam-bahnya.
Untuk menyiasati penyambu-ngan, kini PLN hanya bisa me-lakukan bongkar rampung. Artinya, jika ada rumah yang diputus aliran listriknya, boleh dipakai untuk pemasang baru lain dengan daya yang sama. Istilahnya, nanti ada satu yang diputus, baru ada satu yang disambung. 
Menanggapi kebijakan PLN ini, pihak pengembang sendiri menyatakan pengeluhannya. ‘’Terus terang ini bisa meng-hambat investasi, kami sendiri akan beroperasi Mei tahun ini, tapi permintaan kami belum dipenuhi PLN,’’ ungkap Hengky Wijaya, salah seorang pengem-bang di kawasan reklamasi Boulevard. Padahal, kata dia, perusahaannya telah mengaju-kan permintaan sejak lama. ‘‘Sejak tahun lalu kami ajukan, tapi tidak tahu PLN belum juga mengabulkan hingga saat ini,’’ katanya. Soal adanya krisis listrik, dia menyatakan cukup memahaminya. ‘’Sebab itu, kami hanya meminta kalau boleh listrik ke kawasan kami hanya untuk siang saja, dan sore hingga malam akan kami upayakan dengan genset,’’ katanya seraya menambahkan, jika masalah listrik ini tidak bisa dipecahkan, akan meng-hambat investasi daerah.
Pada bagian lain, seorang warga Manado bernama Hen-drik mengatakan, khawatir dengan kebijakan PLN ini. Pasalnya, dia bersama banyak warga lainnya yang tengah membangun rumah baru, tidak bisa mendapatkan pasokan listrik. ‘’Kami kan tidak mungkin pakai genset terus-menerus. Kiranya PLN bisa lebih bijak untuk masalah ini,’’ katanya. ‘’Apakah kami harus kembali seperti dulu, pakai lampu petromaks?’’(rik) 


  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin