|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
Pendeta Tewas
Dihabisi Kostor
|
Seorang pendeta wanita, Sanny Lionita (59), dibunuh bersama kakak kandungnya, Lusi Mulyani (74). Dalam tem-po sehari, Polres Jakarta Ba-rat sukses meringkus pem-bunuh sadis bernama Her-manto (26) itu. Hermanto sen-diri bukan orang asing bagi kedua korban. Dia adalah kostor atau penjaga Gereja Pantekosta Indonesia, Ceng-kareng, Jakarta Barat, yang dipimpin Sanny.
Hermanto yang tinggal di Jalan Imam Bonjol 69, Viara III No 13, RT 02/RW 09, Ke-lurahan Sukajadi, Karawaci, Tangerang, sehari-hari bertu-gas membersihkan gereja
dan merawat taman. Menurut Kasub Bidang Publikasi Polda Metro Jaya AKBP Sri Wuryani di Mapolda Metro Jaya seperti dikutip detik.com Selasa (29/03), pelaku merasa sakit hati terhadap Sanny karena dila-rang berpacaran dengan anak korban dan tidak diizinkan memakai motor inventaris gereja.
Karena sakit hatinya sudah sampai ke ubun-ubun, Minggu 26 Maret siang, Hermanto mempersiapkan sebuah tong-kat kayu dan gagang serokan sampah dengan tujuan untuk menghabisi korban. Namun ketika aksi itu dilakukan, kakak korban, Lusi, memergo-ki perbuatan Hermanto. Kare-na terdesak, setelah mengha-bisi Sanny, Lusi pun tak luput dari sasaran Hermanto.
Sanny diketahui mengalami luka di pipi kiri dan dari mulut mengeluarkan darah segar. Sedangkan Lusi luka di bagian kening akibat pukulan benda tumpul. Pelaku saat ini masih ditahan di Polres Jakarta Barat dan dikenai pasal 338 KUHP tentang pembunuhan. Sanny dan Lusi ditemukan sudah ti-dak bernyawa di kamar Sanny yang menyatu dengan gereja pada Senin, 27 Maret pagi.
Gereja sekaligus rumah ini terletak di Jalan Sejahtera RT 03/01 No 24 Kelurahan Ceng-kareng Timur, Cengkareng, Jakarta Barat. Gereja ini didiri-kan 30 tahun lalu di atas lahan seluas 700 meter persegi. Se-mula tempat ibadah itu hanya berupa rumah hunian, dan baru dikembangkan menjadi bangunan gereja tahun 2002.
Lahan itu merupakan pening-galan mendiang pasangan suami istri, Chong Sian dan Ny Liau Tian Nio. Chong memiliki delapan anak, di antaranya Lusi Mulyani (anak kedua), Jovita Lianawati (anak keenam), dan Sanny Lionita (anak ke-delapan). Ketiga wanita itulah yang menghuni tiga kamar yang ada di areal gereja itu hingga sekarang.
Sejak rumahnya berubah menjadi gereja, Sannylah yang menjadi pimpinannya. Jemaat-nya yang berjumlah 150-an orang itu berasal dari wilayah-wilayah di perbatasan DKI Jakarta dan Tangerang.(dtc)
|
|