HOME : FOOTBALL

Berita Kota Manado dan Sekitarnya 

29 March 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro, Politix).

Terbit 40 Hal.  Color-BW 

Alamat ; Jl. Sam Ratulagi No.162 Manado  95111 Phone: (0431) 851030 (Hunting)  Fax (0431) 851031 (Redaksi), (0431) 850955 (Merketing) 

Potret penjual salib di Manado
Demi Istri dan Anak, Rela Jadi ‘Yudas’…


TAK seorang pun tak rela jika dirinya dianugerahi predikat yang kurang baik. Namun ketika diperhadapkan dengan tuntutan hidup, apapun predikat tersebut tetap harus diterimanya. Begitu pula dengan pengalaman yang dialami para penjual salib Yesus.

“Salib, salib…, cuma Rp 50 ribu. Salib bu, cocok untuk digantung di rumah, cuma Rp 50 ribu,” teriak salah seorang pria tua di pojok bangunan Restoran Jombo pusat kota. Tangan kanannya diangkat setinggi bahu sam-bil memegang sebuah salib Yesus, sementara di tangan kirinya bergantung tas hitam yang berisikan sejumlah salib yang bakal dijualnya.
Kami pun mencoba mendekati pria ini seka-dar mencari informasi lebih jauh, khususnya menyangkut bagi hasil dan penghasilannya setiap hari, mengingat salib yang dijualnya bukan dibuatnya sendiri. Menurutnya, setiap salib yang berhasil terjual akan diperoleh tip se-besar Rp 10 ribu-15 ribu. Dan diapun
mengungkapkan, biasanya menjual 10 salib setiap hari-nya namun yang laku tak lebih dari tiga. Bahkan, dirinya me-ngaku tidak pernah menda-patkan hasil apa-apa.
“Pernah salib yang kita jual tidak ada satupun yang laku. Tapi untungnya, itu pemilik tetap kase doi meskipun cuma sebe-rapa,” ujarnya dengan wajah yang agak tersipu-sipu malu. 
Tak puas dengan jawaban pedagang salib ini, kami pun terus memberikan sejumlah pertanyaan, terutama me-nyangkut dampak dari peker-jaannya terhadap keluarga-nya. “Terus terang kita me-mang so berkeluarga. Istri satu dan anak dua. Satu ada se-mentara sekolah di SMP dan satu di SD. Biar berat mar kita tetap berusaha bajual supaya bisa memenuhi kebutuhan keluarga dan biaya pen-didikan anak-anak bisa,” ujarnya datar.
“Kiapa mas mo jual ini salib? Soalnya kan banyak barang jualan lain. Kiapa harus salib? Di salib ini kan Yesus, Masa mas mo jual ini Tuhan Yesus,” tanya kami dengan nada bergurau.
Rupanya, penjual ini mema-hami pertanyaaan kami. Dan dengan agak malu-malu ia mengungkapkan pendapat-nya. “Salah-salah, mo bajual apa lagi. Cuma ini yang kita bisa jual. Terserah orang mo bilang apa. Soalnya, kalau nda bajual begini bagaimana kita bisa kase makan kita pe istri dan anak-anak?” katanya.(simon)

 
  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin