|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Sejarah
Pekabaran Injil di Sangir Talaud (8)
|
UNTUK sementara waktu menghentikan proses peralihan pimpinan; lagi pula pada masa itu para zendeling lagi ditawan oleh Jepang. Namun, pada taun 1974 (tanggal 25 Mei) berdirilah Gereja Masehi Injili Sangihe Talaud.
Organisasi gereja
Dalam hal organisasi gereja, GMIST dengan susah payah mencari pola yang cocok dengan keadaan di gugusan pulau yang terbentang luas dan yang sebagian besar miskin itu. Pada sidang sinode tahun 1961 diambil keputusan untuk mengupayakan desentralisasi (bnd. § 34). Dibentuklah "jemaat-jemaat otonom", yang diberi wewenang seperti yang sesungguhnya dinikmati oleh klasis-klasis. Akan tetapi, ternyata sistem ini tidak memenuhi harapan, sehingga sinode tahun 1970 menempuh jalan yang justru lain: baik jemaat-jemaat otonom maupun klasis-klasis dihapuskan dan diganti tiga resort besar. Dengan demikian jemaat-jemaat langsung berurusan dengan sinode. Tujuannya a.l. supaya dengan adanya organisasi baru itu keadaan kas sinode membaik (bnd. § 35). Ternyata keadaan tidak menjadi lebih baik, maka pada tahun 1978 klasis-klasis dipulihkan. Dalam pada itu, timbul kesadaran bahwa lebih dulu GMIST perlu memikirkan secara mendalam dasar dan tujuan kehidupannya sebagai gereja. Maka dengan maksud itulah sejak tahun 1983 GMIST mulai meninjau kembali secara sungguh-sungguh tata gereja yangg pada tahun 1947 diwariskan kepadanya oleh zending, dan yang selama itu belum banyak mengalami perubahan. Jumlah anggotaa gereja kini (1997) 220.000 lebih (1972: 183.344), yang merupakan 90% lebih dari seluruh penduduk kepulauan Sangir-Talaud. Gereja-gereja terbesar lainnya di Sangir-Talaud. Gereja-gereja terbesar lainnya di Sangir-Talaud ialah Gereja Katolik Roma dan Pantekosta.(**)
Artikel ini diambil dari :
End, Dr. Th. van den. 2001. Ragi Carita 2. PT BPK Gunung Mulia, Jakarta. Halaman 143-150.
|
|