HOME : FOOTBALL

Headlines News  

01 May 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro). Terbit 40 Hal.  Color-BW, Alamat: Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone: (0431) 879799,  Fax: (0431) 879798 

Teroris itu jualan milu rebus
Dua Muridnya Tewas, Noordin M Top Lolos


Datasemen Khusus (Den-sus) 88 Anti Teror Polri ber-hasil membekuk empat anak buah dedengkot teroris Noor-din M Top. Dua dari empat yang ditangkap tewas di tempat saat adu tembak. Sayangnya, Noordin M Top sendiri berhasil lolos. 

Namun Polisi mengatakan, murid Noodin Top merupakan orang-orang berbahaya. 
“Kelompok ini lebih berbahaya dibandingkan Nurdin Top,” kata Kapolri Jenderal Sutanto di Tempat Kejadian Perkara (TKP), Sabtu (29/04). 
Para teroris ini sendiri dibekuk di sebuah rumah kontrakan berukuran 6 meter x 9 meter milik Murni, di Desa Binangun, Dusun Wringin Anom, Keca-matan Kretek, Wonosobo, Jawa Tengah sekitar pukul 05.00 WIB. 
Para teroris itu adalah Abdul Hadi alias Bambang alias Ba-drudin Saleh, Jabir, Mus­ taghfirin dan Sholehudin. Abdul Hadi dan Jabir ditembak mati petugas setelah melakukan perlawanan di sebuah rumah kontrakan milik Murni (45). Mereka itu adalah pelaku bom Hotel JW Mariot dan Dubes Aus-tralia Kuningan, Plaza Atrium, Jakarta Pusat dan Duren Sawit, Jakarta Timur. Sedangkan Mus-taghfirin menyerahkan diri di kontrakan tersebut. Sementara Sholehudin ditangkap di sebuah kontrakan lain di Dusun Krakal, Desa Kedawung, Kecamatan Kretek, Wonosobo, satu kilome-ter dari rumah kontrakan milik murni. 
Sutanto menjelaskan, keem-pat teroris itu satu kelompok dengan kelompok yang pernah melakukan pengeboman di Tanah Air. Jabir diketahui me-rupakan pelaku pengeboman di Hotel Mariot dan Kuningan. Sedangkan Sholehudin pelaku pengeboman di Atrium Senin, Jakarta dan Duren Sawit men-jelang malam perayaan Natal. 
Abdul Hadi bertindak sebagai perekrut calon-calon teroris sekaligus menjadi instruktur para pelaku bom. “Bahkan, rekaman video yang beberapa waktu ditemukan oleh petugas merupakan suara Abdul Hadi,” kata Sutanto. Sedangkan Mus-taghfirin bertindak sebagai ku-rir. 
Dikatakan Sutanto, dari pe-nangkapan tersebut, petugas menemukan 2 senjata api jenis serigel dan revolver, detanator, tas ransel untuk menyiapkan pengeboman, selongsong pelu-ru, butir peluru, rompi, doku-men serta lainnya. 
Sutanto menambahkan bah-wa bom yang sempat meledak saat terjadi baku tembak antara petugas dengan para teroris itu merupakan shock therapy. “Bom dari petugas untuk shock para teroris,” ungkap Sutanto seperti dikutip rakyat merdeka. Jasad para teroris kini dibawa ke Semarang untuk diotopsi. Dua pelaku yang masih hidup dibawa ke Semarang untuk pemerik-saan lebih lanjut. 
JAGUNG REBUS 
Menariknya, rumah kontrakan yang menjadi markas teroris itu berada tak jauh dari jalan raya jalur Wonosobo-Semarang. Alamat lengkapnya di RT 10 RW 5 Dusun Ringin Anom, Desa Binangun, Kretek, Wonosobo. Tak jauh dari rumah itu terda-pat pangkalan bus Damri dan bus Sinar Jaya yang biasa mela-yani penumpang tujuan Jakarta. 
Menurut Sugiono, salah satu warga, rumah yang dikontrak para teroris itu tak pernah sepi orang. Suatu hari dia masuk dan melihat perangkat komputer ber-ada di salah satu kamar. “Mere-ka pada main game,” katanya.
Rumah milik Murni, warga Bi-nangun, disewa oleh kelompok Noordin M Top itu selama enam bulan dengan harga Rp 1,5 juta. “Pada malam hari kadang lebih dari lima orang yang datang. Warga kampung belum banyak yang mengenal mereka,” ungkap Sugiono. Begitu pula dengan tersangka teroris Sholehudin. Menurut Nur, 37 tahun, warga Krakaldawung, tak mengira te-tangganya itu teroris yang dibu-ru aparat. Menurut dia, orang-nya santun. Begitu pula dengan istrinya yang mengurusi empat anak. “Istrinya berjilbab, mema-kai kacamata, jarang keluar rumah. Saya tidak tahu nama-nya,” kata Nur.
Keheranan juga menghantui Slamet Priyanto, Ketua RW 09 yang membawahi Dusun Krakal-dawung. “Rupanya dia memiliki banyak nama. Padahal KTP-nya atas nama Risa Surhadi, warga memanggilnya Wawan,” tutur Slamet. Sholehudin tinggal di rumah kontrakan itu sejak 19 Februari 2006. “Tiap malam ber-jualan jagung (milu) rebus manis keliling kampung menggunakan gerobak. Siang hari berjualan owol (baju bekas),” kata Slamet. Sholahudin ditangkap tim Deta-semen Khusus Antiteror 88 Markas Besar Kepolisian RI da-lam penggerebekan pada Ming-gu pagi.(rmc/tmp) 

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin