|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
Teroris itu jualan milu rebus
Dua Muridnya Tewas, Noordin M Top Lolos
|
Datasemen
Khusus (Den-sus) 88 Anti Teror Polri ber-hasil
membekuk empat anak buah dedengkot teroris Noor-din
M Top. Dua dari empat yang ditangkap tewas di tempat
saat adu tembak. Sayangnya, Noordin M Top sendiri
berhasil lolos.
Namun Polisi mengatakan, murid Noodin Top merupakan
orang-orang berbahaya.
“Kelompok ini lebih berbahaya dibandingkan Nurdin
Top,” kata Kapolri Jenderal Sutanto di Tempat
Kejadian Perkara (TKP), Sabtu (29/04).
Para teroris ini sendiri dibekuk di sebuah rumah
kontrakan berukuran 6 meter x 9 meter milik Murni,
di Desa Binangun, Dusun Wringin Anom, Keca-matan
Kretek, Wonosobo, Jawa Tengah sekitar pukul 05.00
WIB.
Para teroris itu adalah Abdul Hadi alias Bambang
alias Ba-drudin Saleh, Jabir, Mus taghfirin dan
Sholehudin. Abdul Hadi dan Jabir ditembak mati
petugas setelah melakukan perlawanan di sebuah rumah
kontrakan milik Murni (45). Mereka itu adalah pelaku
bom Hotel JW Mariot dan Dubes Aus-tralia Kuningan,
Plaza Atrium, Jakarta Pusat dan Duren Sawit, Jakarta
Timur. Sedangkan Mus-taghfirin menyerahkan diri di
kontrakan tersebut. Sementara Sholehudin ditangkap
di sebuah kontrakan lain di Dusun Krakal, Desa
Kedawung, Kecamatan Kretek, Wonosobo, satu
kilome-ter dari rumah kontrakan milik murni.
Sutanto menjelaskan, keem-pat teroris itu satu
kelompok dengan kelompok yang pernah melakukan
pengeboman di Tanah Air. Jabir diketahui me-rupakan
pelaku pengeboman di Hotel Mariot dan Kuningan.
Sedangkan Sholehudin pelaku pengeboman di Atrium
Senin, Jakarta dan Duren Sawit men-jelang malam
perayaan Natal.
Abdul Hadi bertindak sebagai perekrut calon-calon
teroris sekaligus menjadi instruktur para pelaku
bom. “Bahkan, rekaman video yang beberapa waktu
ditemukan oleh petugas merupakan suara Abdul Hadi,”
kata Sutanto. Sedangkan Mus-taghfirin bertindak
sebagai ku-rir.
Dikatakan Sutanto, dari pe-nangkapan tersebut,
petugas menemukan 2 senjata api jenis serigel dan
revolver, detanator, tas ransel untuk menyiapkan
pengeboman, selongsong pelu-ru, butir peluru, rompi,
doku-men serta lainnya.
Sutanto menambahkan bah-wa bom yang sempat meledak
saat terjadi baku tembak antara petugas dengan para
teroris itu merupakan shock therapy. “Bom dari
petugas untuk shock para teroris,” ungkap Sutanto
seperti dikutip rakyat merdeka. Jasad para teroris
kini dibawa ke Semarang untuk diotopsi. Dua pelaku
yang masih hidup dibawa ke Semarang untuk
pemerik-saan lebih lanjut.
JAGUNG REBUS
Menariknya, rumah kontrakan yang menjadi markas
teroris itu berada tak jauh dari jalan raya jalur
Wonosobo-Semarang. Alamat lengkapnya di RT 10 RW 5
Dusun Ringin Anom, Desa Binangun, Kretek, Wonosobo.
Tak jauh dari rumah itu terda-pat pangkalan bus
Damri dan bus Sinar Jaya yang biasa mela-yani
penumpang tujuan Jakarta.
Menurut Sugiono, salah satu warga, rumah yang
dikontrak para teroris itu tak pernah sepi orang.
Suatu hari dia masuk dan melihat perangkat komputer
ber-ada di salah satu kamar. “Mere-ka pada main
game,” katanya.
Rumah milik Murni, warga Bi-nangun, disewa oleh
kelompok Noordin M Top itu selama enam bulan dengan
harga Rp 1,5 juta. “Pada malam hari kadang lebih
dari lima orang yang datang. Warga kampung belum
banyak yang mengenal mereka,” ungkap Sugiono.
Begitu pula dengan tersangka teroris Sholehudin.
Menurut Nur, 37 tahun, warga Krakaldawung, tak
mengira te-tangganya itu teroris yang dibu-ru
aparat. Menurut dia, orang-nya santun. Begitu pula
dengan istrinya yang mengurusi empat anak. “Istrinya
berjilbab, mema-kai kacamata, jarang keluar rumah.
Saya tidak tahu nama-nya,” kata Nur.
Keheranan juga menghantui Slamet Priyanto, Ketua RW
09 yang membawahi Dusun Krakal-dawung. “Rupanya
dia memiliki banyak nama. Padahal KTP-nya atas nama
Risa Surhadi, warga memanggilnya Wawan,” tutur
Slamet. Sholehudin tinggal di rumah kontrakan itu
sejak 19 Februari 2006. “Tiap malam ber-jualan
jagung (milu) rebus manis keliling kampung
menggunakan gerobak. Siang hari berjualan owol (baju
bekas),” kata Slamet. Sholahudin ditangkap tim
Deta-semen Khusus Antiteror 88 Markas Besar
Kepolisian RI da-lam penggerebekan pada Ming-gu
pagi.(rmc/tmp)
|
|