HOME : FOOTBALL

Headlines News  

01 May 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro). Terbit 40 Hal.  Color-BW, Alamat: Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone: (0431) 879799,  Fax: (0431) 879798 

Awan Mendung Sambut Jenazah 
Hengky ‘Black Brothers’ di Manado


SABTU (29/04) itu, langit terlihat mendung. Awan tebal yang menyelimuti Kota Manado, seakan memberikan tanda duka cita ketika jenazah vokalis Black Brothers, Hengky Sumanti Mi-ratoneng, tiba di bandara Sam Ratulangi dari Negeri Belanda. Hengky sendiri meninggal sejak 19 April 2006 lalu akibat pe-nyempitan zat kapur di pung-gungnya.
Istri tercinta almarhum, Meys-ke Unggu Sumanti yang dite-mani anaknya Arthur Mirato-neng serta puluhan keluarga dan kerabatnya, pada waktu itu kompak mengenakan kaos hitam bertuliskan ‘‘Hengky MS Black Brothers’’, dengan setia menunggu kedatangan jenazah di cargo bandara.
Tepat pukul 13.20 WITA, jena-zah pria kelahiran Inobonto 16 Mei 1948 ini pun tiba. Tak pelak suasana haru dipenuhi isak tangis keluarga mewarnai ruang cargo Bandara Sam Ratulangi. Kucuran airmata serta raut wa-jah sendu, terpancar dari sang istri tatkala peti jenazah yang terbuat dari besi berwarna pu-tih, dikeluarkan petugas cargo bandara. 
Keluarga dan kerabat Hengky langsung melingkari peti jena-sah seraya memanjatkan doa ungkapan syukur atas tibanya jenazah Hengky di Kota Manado. Istri tercinta almarhum yang pa-da waktu itu masih menyem-patkan diri untuk diwawancarai Komentar, mengungkapkan rasa duka yang mendalam atas me-ninggalnya suami tercinta. “Ini semua adalah kehendak dari yang Maha Kuasa. Kami yang ditinggalkan hanya bisa mere-nungi dan mengenang segala apa yang telah diberikan Suami, Ayah dan Opa tercinta,” ujar Meyske. 
Selanjutnya, jenazah Hengky langsung dibawa ke Desa Watu-lambot Tondano untuk disema-yamkan, dan Minggu (30/04) kemarin malam sesuai rencana, jenasah akan dibawa ke Inobon-to. Di sana, sang legenda musik Indonesia ini, akan tidur sela-manya.
Hengky Sumanti Miratoneng adalah salah satu musisi asal Sulut yang berkiprah di tanah air, yang juga merupakan pendiri grup band aliran pop ‘Black Bro-thers’ pada tahun 1975 bersama rekan-rekannya, Yohi Pati-peluhu (keyboardis), Stevy Mam-bon (drummer), Ambrey Kaha (saxophone), Agus Rumaropen (guitaris), Benny Betay (bassis). Lagu-lagu hits seperti Oh Sonya, Lonceng Kematian, November Dinanti, Hari Kiamat serta Kisah Pramuria, yang masih enak didengar dan seakan menjadi lagu ‘abadi’, merupakan buah karya almarhum. 
Tercatat juga, Hengky pernah mengiringi bahkan berkolaborasi dengan artis top dunia, seperti Elton John dan Whitney Hous-ton, semasa hidupnya di Jer-man. Almarhum meninggalkan Istri, Meyske Unggu Sumanti dan lima orang anak (Merry, Vicktor, Sisilia, Arthur dan Vera Runtukahu), serta lima cucu. Goede reis Hengky... Creaty Me-neer nogsteeds blijvend eeuwig-heid en vervolgens denken aan.(yandry) 


  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin