|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Realisasi Tanam Terlambat, Produksi Jagung Tak Capai Target
|
Realisasi produksi komoditi jagung pada triwulan pertama tahun ini tercatat hanya sebesar 31.410 ton atau lebih kecil dari target yang ditetapkan yakni 37.600 ton. Hal ini terjadi akibat dari terlambatnya realisasi tanam komoditi jagung di daerah Sulut. Demikian diungkap Kepala Seksi Serealia Sub Din Bina Produksi Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) Sulut, Ir Fentje Rompas, pekan lalu.
“Realisasi tanam seharusnya akhir tahun 2005, tapi pelaksanaannya baru dilakukan Januari 2006. Keterlambatan ini secara otomatis mempengaruhi realisasi produksi jagung pada triwulan pertama,” kata Rompas.
Namun meski demikian, Rompas optimis hal serupa tidak akan terjadi pada pada triwulan dua. Sebab jagung yang ditanam pada triwulan pertama diperkirakan akan berproduksi pada triwulan dua, sehingga dampaknya akan meningkatkan volume produksi.
“Saya optimis realisasi produksi pada triwulan dua melampaui target, tapi dengan catatan jagung yang terlambat berproduksi pada triwulan pertama tidak mengalami gagal panen pada triwulan dua,” kata Rompas. (rol)
Realisasi Panen/Produksi Jagung (triwulan I 2006)
Kab/Kota Panen(Ha) Produksi (Ton)
Minahasa 4.351 13.742
Minsel 1.420 5.533
Minut 1.258 3.572
Bolmong 1.805 5.643
Sangihe 39 59
Talaud 0 0
Manado 531 1.531
Bitung 126 403
Tomohon 346 1.107
Total 9.876 31.410
Sumber : Dispertanak Sulut
|
|