|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Antisipasi trafficking
Kapolres Bitung: Pemerintah Harus Banyak Ciptakan Lapker
|
Kasus trafficking yang kian marak terjadi di Kota Bitung, mendapat tanggapan serius Kapolres AKPB Drs Aridan Roeroe. Menurutnya salah satu cara untuk mengantisipasi hal ini adalah pemerintah harus memperbanyak pem-bukaan Lapangan Kerja (Lapker).
“Kalaupun ada orang atau wanita yang mau mencari kerja di luar daerah meski kerja itu tidak benar, itu me-nandakan di Sulut ini kurang lapangan pekerjaan. Salah satu cara mengantisipasi aksi trafficking adalah pemerintah harus mengimbangi dengan pembukaan lapangan kerja, jangan hanya terfokus pada penegakkan hukum,” tu-kasnya.
Masalah trafficking manusia, menurutnya perlu kejelian untuk menyikapinya. Sebab jika ada wanita asal Sulut akan lakukan perjalanan ke-luar daerah harus disikapi bi-jaksana dan aparat harus jeli melihat apakah ada gejala-ge-jala mencurigakan. Kadang-kala, lanjutnya, mereka keco-longan dan kebablasan saat menangkap atau mengaman-kan perempuan yang diduga korban trafficking. “Sebab ada yang mengatakan ini kan ma-salah mereka, hak mereka kenapa polisi ambil pusing. Bahkan ada orangtua yang datang komplain. Ini menan-dakan ada satu kejanggalan atau kurang pemahaman di masyarakat akan bahaya trafficking. Lebih parah lagi jika mereka mendapat izin dari orang tua,” jelasnya.
Akan tetapi, pihaknya tidak akan membiarkan hal ini, apalagi jika sudah meli-batkan jaringan atau sindi-kat perdagangan manusia. “Di katakan trafficking jika semula korban dikatakan akan bekerja baik tapi ke-nyataan tidak, apalagi di-iming-imingi gaji tinggi tapi pada akhirnya justru mende-rita batin dan dipe-kerjakan tidak ma-nusiawi yang di-menej oleh sin-dikat,” je-lasnya.
Seperti diketahui, dua gadis asal La-ngowan pada pekan lalu nya-ris menjadi korban trafficking. Untung saja kesigapan ang-gota KP3 yang dikomandani AKP Ch Diar mampu men-cium gelagat aneh dua gadis tersebut dan berhasil meng-gagalkan pengiriman ter-sebut.(irv)
|
|