|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Ingin gabung dengan Kota Manado
Pemkab Diminta Seriusi Aspirasi Warga Mapanget
|
Demo sejumlah warga Desa Mapanget yang meminta bergabung dengan Kota Manado akhir pekan lalu, harus diseriusi pihak Pemkab maupun Dekab Minahasa Utara (Minut). Sebab tidak menutup kemungkinan dari aksi ini, maka sejumlah wilayah Minut akan lepas dan bergabung dengan daerah lainnya.
Generasi muda Minut, Wiliam Lutungan menyatakan, permin-taan bergabung dengan daerah lain, merupakan bentuk ekspre-si ketikpuasan terhadap peme-rintahan yang ada. “Malah menu-rut saya, ini merupakan bukti kalau memang ada masyarakat di Minut yang merasa tidak mendapat perhatian dari peme-rintah,” kata Luntungan.
Karena akar persoalannya se-perti itu, kata Luntungan, maka tidak menutup kemungkinan akan membawa dampak yang luas bagi daerah lainnya. “Apa-lagi kalau dibiarkan, bukan tidak mungkin Watidambo, yang me-mang sebelumnya sudah sempat menyatakan akan bergabung dengan Kota Bitung, dan seba-gian desa-desa yang ada di Ke-camatan Wori, akan keluar dari Minut,” jelas Luntungan.
Apa lagi, kata aktivis ini, Minut sudah punya pengalaman pahit kehilangan daerah. “Bukankah Kembuan dan Tonsea Lama su-dah diambil alih oleh Kabupa-ten Minahasa. Apakah kasus seperti ini mesti harus terulang lagi?,” tanya Luntungan.
Sementara pihak pemkab lewat juru bicaranya, Ir Rony Siwi menya-takan, hendaknya masyarakat Minahasa Utara bisa menyikapi setiap persoalan dengan kepala dingin. “Jangan karena persoa-lan pemekaran kecamatan lan-tas bersikap seperti itu,” jelasnya. Meski begitu, kata Siwi, bupati sudah menegaskan bahwa akan memperhatikan setiap aspirasi yang disampaikan warganya.(ami)
|
|