HOME : FOOTBALL

Berita Minahasa Induk  - Minut

01 May 2006

 
NEWS CATEGORIES
Mimbar Keagamaan
Opini Redaksi
Seputar Manadoku 
Politik Pemerintahan
Pendidikan Budaya
Bisnis Ekonomi
Hukum dan Kriminal
Historika dan Tokoh
Bolamania Tribun

BERITA DAERAH
Minahasa Induk
Minahasa Selatan
Tomohon
Bitung 
Sanger dan Talaud 
Bolmong 

REDAKSI INFO.
About Us

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro, Politix).

Terbit 40 Hal.  Color-BW 

Alamat ; Jl. Sam Ratulagi No.162 Manado  95111 Phone: (0431) 851030 (Hunting)  Fax (0431) 851031 (Redaksi), (0431) 850955 (Merketing) 

  

Ingin gabung dengan Kota Manado
Pemkab Diminta Seriusi Aspirasi Warga Mapanget

 

 IKUTI BERITA LAIN

Minut Dinilai Cuek Soal Tapal Batas
Calon Hukum Tua Perlu Pembekalan 
Sompotan Desak Vonnie Bongkar Kabinet
Optimalkan pembangunan
Tiap Kecamatan Kecipratan Rp 1 Miliar
Dua Warga Langowan Meninggal karena Rabies 
Napi LP Papakelan diduga banyak berkeliaran 
Kalapas Mengaku Mereka Hanya Jaga Ayam dan Sapi 

Demo sejumlah warga Desa Mapanget yang meminta bergabung dengan Kota Manado akhir pekan lalu, harus diseriusi pihak Pemkab maupun Dekab Minahasa Utara (Minut). Sebab tidak menutup kemungkinan dari aksi ini, maka sejumlah wilayah Minut akan lepas dan bergabung dengan daerah lainnya.
Generasi muda Minut, Wiliam Lutungan menyatakan, permin-taan bergabung dengan daerah lain, merupakan bentuk ekspre-si ketikpuasan terhadap peme-rintahan yang ada. “Malah menu-rut saya, ini merupakan bukti kalau memang ada masyarakat di Minut yang merasa tidak mendapat perhatian dari peme-rintah,” kata Luntungan.
Karena akar persoalannya se-perti itu, kata Luntungan, maka tidak menutup kemungkinan akan membawa dampak yang luas bagi daerah lainnya. “Apa-lagi kalau dibiarkan, bukan tidak mungkin Watidambo, yang me-mang sebelumnya sudah sempat menyatakan akan bergabung dengan Kota Bitung, dan seba-gian desa-desa yang ada di Ke-camatan Wori, akan keluar dari Minut,” jelas Luntungan.
Apa lagi, kata aktivis ini, Minut sudah punya pengalaman pahit kehilangan daerah. “Bukankah Kembuan dan Tonsea Lama su-dah diambil alih oleh Kabupa-ten Minahasa. Apakah kasus seperti ini mesti harus terulang lagi?,” tanya Luntungan.
Sementara pihak pemkab lewat juru bicaranya, Ir Rony Siwi menya-takan, hendaknya masyarakat Minahasa Utara bisa menyikapi setiap persoalan dengan kepala dingin. “Jangan karena persoa-lan pemekaran kecamatan lan-tas bersikap seperti itu,” jelasnya. Meski begitu, kata Siwi, bupati sudah menegaskan bahwa akan memperhatikan setiap aspirasi yang disampaikan warganya.(ami)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin