|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
Air bubarkan demo
buruh
Kalla Bantah Minta Pawang Datangkan Hujan
|
Saat demo buruh sedang seru-serunya, tiba-tiba saja langit Jakarta kelabu. Guntur terdengar. Petir pun menyambar. Hujan deras tercurah dari langit. Buruh pun ko-car-kacir. Mungkinkah ini ulah pa-
wang hujan?
Pertanyaan seperti itu meng-hantui benak para jurnalis. Dan Wapres Jusuf Kalla pun jadi sasaran pertanyaan. Na-mun Kalla tetap bersedia men-jawab pertanyaan ‘sekenanya’ ini.
“Ini namanya musim hujan kan? Yang namanya pawang hujan itu kan biasanya meno-lak hujan. Saya belum pernah denger ada pawang minta hujan kan,” ujar Kalla di kan-tornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (01/05) seperti dilansir de-tik.com. Jawaban Kalla pun di-sambut gerrr para wartawan.
Seperti diketahui, hujan deras mulai jatuh pada pukul 14.00 WIB. Sebelumnya hanya gerimis dan mendung. Saat meninjau cuaca usai dzuhur, Kalla sempat berujar,”ini cuacanya nyaman buat unjuk rasa.”
Sedangkan demo hari buruh di Jakarta sendiri begitu besar. Iringan massa bahkan mencapai satu kilometer. Mes-ki tergolong akbar demo kali ini, namun suasana sangat terkendali. Karena itulah, pe-merintah menyampaikan rasa gembira dan terima kasih ke-pada semua pihak.
“Sejauh ini, dari seluruh In-donesia, dari laporan Kantor Menko Polhukam (Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan), ti-dak dilaporkan adanya aksi-aksi brutal. Khususnya, di Ja-karta. Semua tertib,” kata Wa-kil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla.
Maka dari itulah, pemerintah dalam hal ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wa-pres Jusuf Kalla menyam-paikan ucapan terima kasih ke-pada semua pihak baik ma-syarakat, aparat keamanan, terutama para buruh dan se-rikat buruh atas terseleng-garanya perayaan tersebut.
Wapres Jusuf Kalla menga-takan dirinya baru saja ber-bicara dengan Presiden Susilo terkait perayaan tersebut. “Beliau berterima kasih atas disiplin para buruh, serikat bu-ruh, dan masyarakat sehingga perayaan ini berjalan lancar,” kata wapres.
LIBUR
Sementara, berkenaan de-ngan permintaan agar 1 Mei dijadikan sebagai hari libur nasional, Wapres Jusuf Kalla mengatakan hal itu tidak bisa dipenuhi. Pasalnya, di Indo-nesia begitu banyak profesi tidak hanya buruh.
“Di Indonesia begitu banyak profesi. Ada buruh, petani, ne-layan, tentara, guru, wartawan dan lain-lain. Bisa ratusan profesi. Kalau tiap profesi min-ta libur, nanti kita tidak beker-ja kan? Kalau kita setuju bu-ruh libur, bagaimana dengan nelayan? Bagaimana dengan petani, nelayan, ibu-bu nanti? Karena itu, kita tidak jadikan sebagai hari libur,” kata Wa-pres Jusuf Kalla.
Di samping itu, penetapan hari libur di Indonesia, kata Wapres Jusuf Kalla, berda-sarkan pada hari-hari nasio-nal yaitu 17 Agustus (Hari Ke-merdekaan), 1 Januari (Tahun Baru), dan hari-hari besar agama. “Sedangkan, di ne-gara-negara komunis, dari du-lu sampai sekarang, tidak ada agamanya. Jadi, tidak ada Le-barannya. Maka, yang dipakai ’Lebaran’, di antaranya 1 Mei. Di Cina, sekarang libur se-minggu. Seperti kita Lebaran kan? Di Rusia juga. Jadi, kultur kita sudah beda,” kata Wapres Jusuf Kalla.
Pada bagian lain, Wakil Ketua DPR RI Zaenal Ma’arif menyatakan keputusan peno-lakan revisi UU Nomor 13/2003 tentang Ketenagakerjaan merupakan keputusan parle-men secara keseluruhan. “Ka-rena Komisi Ketenagakerjaan merupakan bagian dari DPR, maka tentu saja DPR akan menyetujui,” kata Zaenal se-usai menemui kaum buruh yang melakukan demonstrasi di gedung DPR RI.
Menurut Zaenal, untuk mere-visi UU itu sudah tidak mungkin dilakukan atau bahkan dipak-sakan karena penolakan terse-but sudah merupakan kesepa-katan semua komisi. “Jadi su-dah tidak ada yang bisa memak-sa lagi,” tegas Zaenal.(zal/dtc)
|
|