|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Manfaatkan dana pemberdayaan dari sejumlah instansi terkait
Pemkot Siap Akomodir Tuntutan Ganti Rugi Warga Sindulang
|
Pemkot Manado siap menga-komodir tuntutan ganti rugi atau dana kompensasi puluh-an warga Sindulang terkait dengan pembangunan jem-batan darurat. Antara lain dengan akan memanfaatkan dana pemberdayaan dari sejumlah instansi terkait.
Kepada harian ini, Senin (01/05) kemarin, Wakil Wali-kota Manado Abdi Buchari SE MSi mengungkapkan, Pemkot sangat memahami kondisi dan pergumulan para warga Sin-dulang yang umumnya berma-ta pencarian nelayan. Hanya saja, pembangunan jembatan darurat juga menjadi kebu-tuhan penting yang mendesak segera dibangun.
“Pembangunan jembatan darurat tetap dijalankan karena mengingat hal ini juda dibutuhkan dan menjadi hal yang sangat mendesak untuk mengatasi kesemrawutan. Na-mun demikian Pemkot tetap me-mikirkan solusi terbaik buat puluhan warga Sindulang tersebut,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, ketika pem-bangunan jembatan darurat tersebut direncanakan sudah dipikirkan tentang konse-kuensi dari pembangunan tersebut terhadap warga se-tempat. “Tapi waktu itu sudah ada kesepakatan antara warga Sindulang dan pihak kelurah-an. Dan kesepakatan yang di-buat adalah akan dicarikan solusi buat warga setempat, khususnya yang terganggu de-ngan pembangunan tersebut,” jelasnya.
Dan solusi yang diambil, lan-jut Buchari, adalah menye-diakan usaha kecil untuk pu-luhan warga tersebut. Penye-diaan usaha-usaha kecil ter-sebut diadakan dengan pe-manfaatan dana pemberda-yaan perekonomian rakyat dari sejumlah instansi. “Nantinya, kami akan mengumpulkan instansi-instansi terkait tersebut bersama masyarakat untuk segera dicairkan dan diperuntukkan untuk pemba-ngunan usaha-usaha kecil bagi puluhan warga Sindulang tersebut,” katanya.
Pada bagian lain, Buchari juga menegaskan lokasi pem-bangunan jembatan darurat tidak akan dipindahkan. “Sesuai kesepakatan sebelum-nya, jembatan ini tetap akan dibuat sesuai program yang ada. Jadi kalau tiba-tiba saja ada wacana yang berke-inginan untuk memindahkan lokasinya. Hal ini jelas tidak mungkin sebab akan berke-san tidak konsisten dan berkesinambungan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PU Manado Ir Otniel Kojansow mengatakan, pembuatan jem-batan darurat ini menggu-nakan konsep portable atau bongkar pasang. Sehingga kapan saja jembatan ini tidak lagi dimanfaatkan atau dibu-tuhkan di tempat lain, dengan mudah dapat dipindahkan. “Pekerjaan jembatan ini sudah dimulai, dan untuk memin-dahkannya jelas tidak mung-kin,” ujarnya.(eda)
|
|