HOME : FOOTBALL

Berita Opini Pembaca dan Redaksi 

29 April 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro, Politix).

Terbit 40 Hal.  Color-BW 

Alamat ; Jl. Sam Ratulagi No.162 Manado  95111 Phone: (0431) 851030 (Hunting)  Fax (0431) 851031 (Redaksi), (0431) 850955 (Merketing) 

(Revisi UU Ketenagakerjaan; Sebelum dan paska Tripartit Peringatan Hari Buruh Sedunia 1 Mei) (II)
Buruh Indonesia Kasihan Oh Kasihan


Perlu diingat juga, di China keterlibatan pemerintah sangat besar dalam memenuhi kebutuhan social masyarakat. (Newsweek,Dec-2005) peme-rintah China baru-baru ini meningkatkan anggaran pen-didikan tinggi hinga tujuh kali lipat, sementara pemerintah Indonesia justru mencabut dana operasional perguruan tinggi. Program-program neoli-beralisme yang dijalankan pe-merintah SBY-Kalla sama sekali tidak memberikan kon-tribusi kesejahteraan terhadap rakyat Indonesia. Seharusnya pemerintah berusaha mema-jukan industri nasional de-ngan memperkuat tenaga pro-duktif nasional melalui tran-sfer teknologi dan adil dalam pembagian hasil produksinya.
Jika industri nasional kita dimajukan tentu saja akan membuka lapangan kerja bagi para pengangguran. Pembe-rian subsidi bagi sektor pen-didikan dan kesehatan adalah keharusan demi memajukan kualitas tenaga kerja Indo-nesia. Industri yang mengolah sumber daya alam yang men-jadi kebutuhan dasar hidup rakyat seperti energi, air, listrik, telekomunikasi, hasil tambang yang bersifat strate-gis tetap di bawah kontrol ne-gara. Sehingga ada jaminan dari negara terhadap masa depan ekonomi dan kesejah-teraan rakyat. 
Agenda mendesak lainnya dari buruh dan pengusaha adalah menuntut janji peme-rintah melindungi industri dalam negeri. Suku bunga yang tinggi, rendahnya daya beli masyarakat, segala ben-tuk pungli, biaya birokrasi, ke-tergantungan terhadap bahan baku impor, hancurnya pasar dalam negeri, rendahnya pro-duktivitas dan teknologi ada-lah tanggung jawab siapa? Mengapa buruh yang harus menanggung beban krisis? Apakah pemerintah lupa akan janjinya? Proteksi terhadap industri dalam negeri adalah keharusan. Bentuk proteksi juga harus dilakukan terha-dap industri-industri strategis termasuk menasionalisasi industri energi untuk mengon-trol harga bahan baku energi yang dibutuhkan dalam ne-geri. Pembangunan industri dalam negeri dapat dilakukan oleh pemerintah dengan sum-ber pendanaan dari program pemutihan hutang luar negeri, penarikkan dana obligasi perbankan, dana BLBI, hasil nasionalisasi industri strategis serta dukungan sektor per-bankan. Program-program mendesak diatas bukan tidak mungkin dilakukan. Belajar dari Venezuela, melalui kebija-kan politik minyaknya (peme-rintah menetapkan royalti sebesar 30% bagi negara ter-hadap eksploitasi per barrel minyak), presiden Hugo Cha-vez mampu menjalankan program-program kerakya-tannya, seperti; pembangunan ratusan universitas dan sekolah, program pemberan-tasan buta huruf, pembangu-nan pasar makanan murah untuk masyarakat miskin dan layanan kesehatan gratis. 
Jangan sampai nasib bangsa ini apalagi buruhnya menderita karena deraan kebijakan neoli-beralime lewat pasar bebasnya, karena buruh Indonesia bukan-lah komoditi, sehingga demi kepentingan pasar bebas harus dijual dengan harga murah kepada pasar. Saat ini tinggallah keseriusan dan keberanian pemerintah benar-benar mewu-judkan impian para founding fathers kita menjadikan bangsa ini menjadi bangsa yang merdeka dan bukan bangsa kuli apalagi jadi kuli bagi bangsa lain.(*/habis)

Penulis adalah Ketua Komite Pimpinan Wilayah Partai Rakyat Demokratik (KPW-PRD) Sulawesi Utara

 
  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin