|
|
|
|
![]() |
![]() |
PERINGATAN Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) merupakan momentum sejarah yang perlu diambil nilai positifnya. Jaman Orde Lama pemerintah telah berupaya melakukan terobosan dibidang pendidikan melalui tokoh-tokoh pendidikan yang ada saat itu. Bahkan pada jaman Orde Baru telah dilihat hasilnya, namun semuanya perlu pembaharuan diberbagai bidang termasuk kurikulum pendidikan itu sendiri. Hasilnya ada kemajuan yang didapat.
Hingga pada masa kepemimpinan presiden Megawati, Gusdur dan terakhir SBY di mana pimpinan Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), banyak pula perubahan yang terjadi. Semuanya berdalih upaya peningkatan mutu dan kualitas pendidikan, sehingga yang menjadi sasaran empuk adalah membenahi atau merubah kurikulum itu sendiri.
Seperti sejarahnya, Kurikulum pendidikan yang dicanangkan tahun 1994, sudah terjadi perobahan ditahun 2004 dengan nama Kurikulum Berbasis Kopetensi (KBK). KBK ibarat pisau bermata dua, di satu sisi KBK mengarahkan pengembangan daya nalar siswa dengan mengaktifkannya secara berkelompok dalam proses belajar-mengajar, namun, di sisi lain, daya serap dan tingkat kompetensi siswa terhadap materi pelajaran justru sulit diukur jika guru hanya melakukan penilaian secara kelompok.
Belum selesai diujicoba pelaksanaan KBK bahkan guru-guru masih kebingungan dengan sistim pengajarannya, bahkan masih banyak kendala termasuk keterbatasan buku dan alat kerja, pendanaan dan sarana penunjang pelaksanaan KBK itu sendiri. Apalagi masalah pendanaan dalam upaya peningkatan pengetahuan guru berkaitan dengan pemahaman KBK, banyak yang sudah dikeluarkan untuk berbagai kepentingan.
Sekarang disaat kepemimpinan SBY, KBK dirubah lagi berarti perlu perangkat dan perlu dana yang tidak sedikit jumlahnya termasuk dalam sosialisasi, pelatihan dan pembahasan masalah kurikulum itu sendiri. Semoga apa yang telah disiapkan pemerintah semua dalam hal peningkatan kompetensi baik guru dalam mengajar maupun mutu dari siswa itu sendiri.
Dalam rangka Hardiknas, masalah kompetensi mungkin patut menjadi bahan renungan bagi semua kalangan. Jangan sampai KBK meniru pendahulunya CBSA yang cuma keren namanya itu dan sering menjadi gunjingan dibanyak kalangan.(***)
|
|