|
|
Alamat:
Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone:
(0431) 879799, Fax: (0431) 879798
|
|
![]() |
![]() |
|
Qardawi Minta SBY Pimpin Dunia Islam
|
Di luar jadwal resmi, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bertemu ulama terkemuka dunia Syekh Yusuf Qardawi (83) di Hotel Sheraton, Doha, Qatar, Senin. Pertemuan tersebut berlangsung penuh kekeluargaan dan bahkan diwarnai suasana haru.
Dalam pertemuan itu, Qar-dawi menyatakan Indonesia dapat menjadi pemimpin dunia Islam. Potensi itu sangat besar antara lain karena posisi Mus-lim Indonesia yang moderat. Islam di Indonesia telah me-nampilkan wajah yang baik, tidak berlebihan. “Dalam posisi itu, saya mengharapkan Pre-siden dapat berperan untuk memimpin dunia Islam, men-dorong kemajuan dunia Islam,” kata Qardawi.
Ketua Majelis Fatwa Muslim Eropa, yang fatwa-fatwanya sangat berpengaruh itu, me-nyebutkan pula bahwa ke-bangkitan Islam dunia diha-rapkan muncul dari Indone-sia. Untuk itu, ia berharap Presiden Yudhoyono dapat mengambil peran sebagai pe-mimpin dunia Islam. “Banyak yang harus kita perbaiki di dunia Islam, kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan harus dapat kita selesaikan,” ujarnya.
Qardawi juga mengatakan, demokrasi dan Islam tidak perlu dipertentangkan. Para pemimpin, lanjutnya, harus-lah bertanggung jawab terha-dap orang yang dipimpinnya.
Dunia Islam, lanjutnya lagi, tidak boleh lagi saling me-nyalahkan. Rakyat jangan me-nyalahkan pemimpinnya. Ti-dak boleh ada anarki. Negara Muslim harus saling bekerja sama, ujarnya.
Yusuf Qardawi, ulama kha-rismatis yang tidak mudah un-tuk ditemui karena kesibu-kannya. Namun, menurut Du-bes RI di Qatar Abdul Wahid Maktub, Qardawi yang justru mengambil prakarsa untuk bertemu Presiden Yudhoyono. Untuk menghargai ulama ber-pengaruh itu, Presiden merasa berkewajiban mengundang Qardawi.
Qardawi mengatakan, ia telah lama mendengar cerita tentang komitmen Presiden Yudhoyono untuk kemajuan Islam. “Saya datang ke sini un-tuk mengetahui apakah cerita itu benar. Saya ingin mende-ngarkannya langsung dari Presiden,” ujar Qardawi, yang didampingi dua asistennya.
Setelah mendapat penjela-san dari Presiden tentang kon-disi umat Islam dan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mendorong kemajuan Islam, Qardawi menyebutkan bahwa ulama dan pemerintah haruslah bersama-sama, tidak berbeda satu dengan lainnya.(dtc)
|
|