|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Jelang Suksesi, Runtu Akui Ada Musuh dalam Selimut
|
Bupati Minahasa, Drs Vreeke Runtu ternyata mulai gerah dengan adanya sejumlah aksi pembusukkan, yang belakangan ini gencar dilakukan orang menjelang suksesi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) mendatang. Dan tak sedikit di antaranya ikut dilakukan oleh kalangan birokrat.
Karena itu, Runtu mengingatkan agar para birokrat yang telah diberi keperca-yaan, bisa melayani masyarakat Mi-nahasa dengan baik dan tidak terlalu jauh melangkah un-tuk ikut-ikutan ber-politik praktis, khu-susnya menjelang suksesi bupati nanti.
Untuk itu disarankannya, agar para abdi negara ini tidak mudah terjebak. “Sudah ba-nyak informasi, termasuk ada-nya aksi pembusukkan yang sengaja dilakukan oknum tertentu. Dan ini berarti, so ada mu-suh dalam selimut di jajaran Pemkab Minahasa,” ungkap Runtu.
Bupati Runtu di-hadapan sejumlah pejabat teras Pem-kab, ketika usai merayakan syuku-ran Hardiknas yang digelar di Kantor PDK Minahasa Selasa (02/05) kemarin menjelaskan, dirinya sangat kecewa apabila mendengar ada sejumlah oknum pejabat yang mulai ‘me-nikam’ dirinya dari belakang dengan cara-cara yang ku-rang sportif, termasuk black campain (kampanye hitam). “Kalo kwa mo suka maju di suksesi, coba sportif dan jen-tle. Jangan ba tikang dari bela-kang, itu sama dengan pem-bunuhan karakter. Kita nyan-da mo larang siapa yang akan maju, lebe banyak calon lebe bagus,” kata Runtu sambil menatap sejumlah peja-bat.Ungkapan Bupati Runtu ini, sepertinya menjawab se-mua tudingan seputar dugaan yang terus-menerus dialamat-kan kejajaran Pemkab Mina-hasa. Dalam hal ini, komitmen Runtu membangun Tanah Toar Lumimuut selama lima tahun sejak dirinya dilantik 17 Maret 2003 lalu. “Ngoni wartawan cari tahu jo sendiri, siapa itu peja-bat yang saya maksud. Kalo ada, lapor pa kita,” kata Runtu ketika ditanyai oknum pejabat yang dimaksudkannya.(pen)
|
|