HOME : FOOTBALL

Headlines News  

28 November 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro). Terbit 40 Hal.  Color-BW, Alamat: Kawasan Megamas Blok. B1 No:38 Phone: (0431) 879799,  Fax: (0431) 879798 

Menpan: Uang Pensiun PNS Diberikan Sekaligus


Menteri Negara Pemberda-yaan Aparatur Negara (Men-pan) Taufik Effendi, kembali memberikan sebuah usulan terkait PNS. Kali ini menyang-kut uang pensiun bulanan pe-gawai negeri sipil, diusulkan diganti dengan sistem lum-sum atau mirip ‘pesangon’ yang diterima sekaligus dalam jumlah relatif besar begitu PNS dipensiunkan.
“Kalau pegawai negeri sipil hanya menerima pensiun bulanan sekitar Rp 700 ribu, tentu membuat PNS tidak happy. Bagi negara, beban pembayaran pensiunan PNS juga memberatkan, karena itu agar sama happy, uang pensiun digantikan dengan lumsum yang diterima sekali dalam jumlah besar, agar bisa digunakan sebagai modal usaha,” katanya Menpan di Universitas Diponegoro Sema-rang, Senin (27/11).
Menurut Menpan, uang pen-siun yang diterima PNS sa-ngat kecil, bahkan pensiunan jenderal bintang empat sebu-lan hanya Rp 1,3 juta. Namun karena jumlah pensiunan PNS sangat banyak, yaitu sekitar empat juta orang, maka setiap bulan pemerintah harus membayar sekitar Rp 5 triliun.
Ia menambahkan, jumlah pensiunan PNS tahun 2011 diperkirakan mencapai lima juta orang dan pemerintah pada saat mendatang harus membayar uang pensiun PNS per bulan Rp 6 triliun atau Rp 72 triliun per tahun. “Dana sebesar ini bila dialokasikan untuk pembangunan akan memberi manfaat sangat besar,” kata Menpan.
Sebelumnya, Menpan juga mengusulkan penghapusan uang pensiun bagi pejabat tinggi negara termasuk ang-gota DPR. Ia memberi contoh, seorang ketika diangkat menjadi anggota DPR berusia 25 tahun lalu lima tahun ke-mudian tidak terpilih lagi, se-hingga dengan demikian ne-gara membayar pensiun ang-gota DPR ini sepanjang hidup-nya, bahkan bisa hingga 40 tahun yang akan datang.
Menurut dia, jika uang pen-siun PNS digantikan dengan lumsum dan bisa diberikan sekaligus maka beban keua-ngan negara di masa yang akan datang tidak akan ter-lalu berat. Ketika ditanyakan apakah pemberian uang lum-sum tersebut tidak membe-ratkan keuangan negara da-lam jangka pendek, Menpan kepada pers seusai memberi sambutan menegaskan, ti-dak, sebab hal itu bisa dilaku-kan penghitungan, agar be-ban keuangan negara tetap dalam batas kemampuan.
“Kalau PNS yang pensiun memang menghendaki mene-rima uang pensiun bulanan, ya tetap diberi, namun kita ta-warkan lumsum yang diteri-ma sekali dalam jumlah besar yang bisa digunakan untuk modal usaha,” katanya. Men-pan menegaskan, semua ran-cangan dan kebijakan yang ditempuh tersebut bertujuan agar pemerintah di kemudian hari tidak meninggalkan ben-cana. Apa yang dilakukan, termasuk upaya meramping-kan jumlah PNS, merupakan realisasi reformasi birokra-si.(gtr/*)

  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin