HOME : FOOTBALL

Berita Pendidikan dan Budaya 

15 September 2006

 
NEWS CATEGORIES

 

KOMENTAR GROUP

(Football, Metro, Politix).

Terbit 40 Hal.  Color-BW 

Alamat ; Jl. Sam Ratulagi No.162 Manado  95111 Phone: (0431) 851030 (Hunting)  Fax (0431) 851031 (Redaksi), (0431) 850955 (Merketing) 

Pluralisme dalam Rapat Anggota XI PERSETIA (1)
Oleh: Pdt. Augustien Kapahang Kaunang MTh


RAPAT Anggota XI Perhimpunan Sekolah-Sekolah Teologi di Indonesia (PERSETIA) di mana Fakultas Teologi UKIT menjadi salah satu anggotanya, telah berlangsung di Fakultas Teologi Universitas Kristen Arta Wacana (UKAW) di Kupang pada tanggal 25-28 Juli 2006. 
Rapat ini dibuka dalam suatu Ibadah di gedung gereja GMIT (Gereja Masehi Injili Timor) dan dilanjutkan dengan Seminar tentang Pluralisme: Berteologi dalam Konteks Masyarakat Serba Majemuk di Indonesia bertempat di aula UKAW. Kemudian dilanjutkan dengan Rapat Anggota di aula Fakultas Teologi UKAW. 
Dalam rapat ini dievaluasi, dibahas dan ditetapkan Program, Organisasi dan Keuangan serta pemilihan Pengurus baru periode 2006-2010. Laporan pertanggungjawaban kerja dari Pengurus periode 2002-2006 disampaikan oleh Ketua Pdt. Dr.Zakaria J. Ngelo (STT Indonesia Timur Makassar) setelah sebelumnya diusulkan dan ditetapkan Pimpinan Rapat. Pelaksanaan rapat dipimpin oleh dua orang Ketua yaitu Pdt. Dr. Jamilin Sirait (STT HKBP) dan Pdt.Augustien Kapahang Kaunang,MTh (FTeol UKIT) dan didampingi oleh Sekretaris yang secara bergiliran dari Pengurus demisioner. Selanjutnya, segala percakapan dan keputusan serta pemilihan dijiwai tema: Pluralisme. Tema ini diseminarkan pada awal rapat dalam bentuk Panel yang antara laindibawakan Prof Dr Siti Musda Mulya (dosen Pascasarjana Universitas Islam). Ia memaparkan dengan sangat tajam analisisnya tentang kenyataan pluralisme di Indonesia dari kacamata seorang muslimat yang menulis disertasi berjudul Islam dan Negara. Katanya, ada tiga pola pemikiran dalam Islam yaitu Tradisional, Sekularis dan Reformis. Pola pemikiran tradisional melihat agama sebagai supermarket di mana segalanya ada seperti antara lain negara dan perbankan. Sekularis melihat agama yang dibawa Muhamad membawa nilai-nilai spiritual tetapi tidak ada dokumen untuk mendirikan negara Islam. Reformis melihat dalam Islam hanya ada prinsip-prinsip dasar dalam hal tata negara dan ekonomi yang dapat dipakai dalam kehidupan berbangsa. Ia kemudian memberi contoh tentang para pendiri republik ini seperti Hatta: mereka tidak tradisional dan tidak sekularis tetapi mereka memilih Pancasila sebagai pilihan yang arif/bijaksana dalam berbangsa bernegara. Tetapi kemudian, ia mengemukakan tentang Pancasila yang telah mengalami degradasi. Katanya lagi, kita harus menghubungkan Pancasila dengan segala permasalahan dan untuk itu perlu direformulasikan. Tentang Undang-Undang, ia melihat ada yang menjamin pluralisme dan ada juga yang merusak pluralisme. Atas pertanyaan para peserta tentang berbagai persoalan yang muncul di sekitar pluralisme, ia memberi solusi yaitu pertama, rekonstruksi budaya melalui pendidikan keluarga seperti a.l. anak-anak diperkenalkan tentang pluralisme dan menerima orang apa adanya. Kedua, revisi Undang-Undang dan Turunannya serta SKB Mentri. Pada point ini ia mendorong agar orang Kristen harus bicara, jangan budaya diam. Ketiga, reinterpretasi ajaran agama. Baginya ajaran agama harus memihak pada kemanusiaan dan kedamaian. Agama bukanlah soal sorga dan neraka, tetapi soal bagaimana hidup sekarang. Tentang Perda-Perda seperti a.l.perjudian, miras, pemerkosaan, ia mengatakan itu soal sosial bukan soal idiologi. Jadi tidak perlu diperdakan. Seminar yang terbuka untuk umum ini selain diikuti oleh peserta juga oleh civitas Universitas Kristen Arta Wacana.
Program yang cukup lama dibahas ialah akreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN) dan Program Pascasarjana. Demikian juga dengan Organisasi yang berhasil menetapkan AD/ART baru, setelah sebelumnya dibahas dalam kelompok yang diketuai oleh Pdt. Jonely Lintong, MTeol (FTeol UKIT). Dalam rapat ini telah diterima 3 sekolah anggota baru yaitu STT Amanat Agung di Jakarta, STT Sunderman di Nias, Fakultas Teologi UKIP di Papua. Dengan demikian, maka anggota PERSETIA sekarang berjumlah 36 sekolah/lembaga. Peserta juga mendapat kesempatan berkunjung ke Soe’, ibukota Kabupaten Timor Tengah Selatan yang udaranya sejuk, berbeda sekali dengan udara di kota Kupang. Soe’ pernah menjadi pusat Sekolah Teologi Indonesia Timur di mana pada saat yang sama Sekolah Teologi di Tomohon sempat ditutup. Perjalanan ke Soe ditempuh dengan kendaraan yang melaju naik di jalan yang bagus dalam waktu 3 jam. Para peserta sempat mendengar dan berdialog dengan Bupati. 
Dalam rapat ini Fakultas`Teologi UKIT mengutus tiga orang sesuai dengan unsur yang telah ditetapkan. Ketiga orang itu adalah Meilita Ering/Sekjen DEMF (unsur mahasiswa), Pdt.Jonely Ch.Lintong, MTeol (unsur dosen) dan Pdt.Augustien Kapahang Kaunang, MTh (unsur pimpinan).
Rapat berhasil memilih Pengurus baru untuk periode 2006-2010, yaitu :
Ketua : Pdt. Dr. Daniel Nuhamara (FTeol UKSW Salatiga)
Wakil Ketua : Pdt. Dr. Jamilin Sirait (STT HKBP Pematang Siantar)
Wakil Ketua : Pdt. Augustien Kapahang Kaunang, MTh (FTeol UKIT)
Sekretaris : Pdt. Drs. Sylvana Ranti Apituley (STT Jakarta)
Bendahara : Pdt. Dr. Jonathan Lowijaya ( STT Amanat Agung Jakarta)
Anggota : Pdt. Tabita Kartika Christiani, PhD (FTeol UKDW Jogyakarta)
Anggota : Pdt. Dr. Julianus Mojau (STT GMIH Halmahera)
Anggota : Pdt. Daniel Ronda, Th.M (STT Jaffray Makassar)
Angota : Pdt. Dr. Fred D. Wellem (FTeol UKAW Kupang)
Pelaksanaan operasional kantor yang berkedudukan di STT Jakarta dipimpin oleh Direktur Pelaksana (Dirlak) yang diangkat oleh Pengurus yaitu : Pdt. Nancy Souisa Gazpersz. MSi (Teol).

 
  
© Copyright 2003 Komentar Group. All rights reserved. webadmin