|
|
|
|
![]() |
![]() |
|
Head
Lines News
|
04 Agustus 2007
|
|
Talaud berperan dalam penyusunan kesejarahan dunia
Ditemukan, Peninggalan Manusia Purba Berusia 4.000 SM di Goa Talaud
|
Sebuah penemuan penting da-lam dunia arkeologi terjadi di Ka-bupaten Talaud. Tim dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional dan Balai Ar-keologi Manado, baru-baru ini ber-hasil menemukan sejumlah benda purbakala yang diyakini sisa pe-ninggalan manusia purba Talaud berumur 3.000-4.000 tahun SM (Sebelum Masehi). Benda-benda bernilai sejarah ini tersimpan di Goa Balangingi.
“Dalam penelitian yang dilaku-kan melalui metode survei peng-galian dan analisis laboratoris, ditemukan sejumlah benda-benda peninggalan manusia Ta-laud pada zaman dulu. Seperti tempayan, bakal kuburan, gigi manusia, manik-manik, sisa-sisa kerang dan masih banyak lagi barang yang ditemukan di dalam Goa Balangingi,” jelas Dra Rr Triwurjani Mhum, me-wakili tim peneliti arkeolog saat melakukan pemaparan hasil penelitian di Kantor Pemkab Ke-pulauan Talaud, 31 Juli 2007 lalu.
Bertolak hasil tersebut, Tri-wurjani meyakini bahwa temu-an itu merupakan sebuah pem-
benaran bahwa di tempat ter-sebut pernah dijadikan tem-pat hunian sementara oleh para ‘manusia purba’ Talaud. Ini turut dipertegas lagi de-ngan struktur ruang yang mendukung, di mana selain dijadikan kuburan juga me-mungkinkan dijadikan tempat hunian, tambah arkeolog ini saat tampil memaparkan te-muan mereka.
Sementara Prof Ris Dr Haris Sukendar, yang juga meru-pakan salah satu tim dalam penelitian tersebut memapar-kan bahwa banyak aset untuk pengembangan pariwisata Talaud yang ada. “Itu seperti peninggalan sisa-sisa pemuki-man goa dan sisa-sisa pengu-buran,” tuturnya. Selain itu, gua-gua Talaud memiliki per-samaan dengan berbagai lo-kasi di Indonesia dan kawa-san luar Indonesia dan me-ngandung nilai-nilai yang ber-sifat lokal, nasional, regional bahkan internasional.
“Peninggalan arkeologi di Talaud yang berupa goa-goa dengan berbagai peninggalan arkeologinya sangat penting dalam merekonstruksi seja-rah lokal, sejarah Indonesia bahkan sejarah Asia Teng-gara,” urainya. Dan berdasar-kan tipologi peninggalan arkeologi, di mana Talaud me-miliki persamaan dengan bu-daya di Taiwan, Filipina, Ma-laysia dan di berbagai lokasi di Indonesia, sehingga kesa-maan hasil budaya, mem-buktikan bahwa budaya di berbagai negara Asia Teng-gara berasal dari satu budaya dan satu bangsa.
“Sumber daya arkeologi yang ditemukan di goa-goa Talaud telah memberikan bukti kuat bahwa Talaud mempunyai peranan sebagai jembatan migrasi budaya dan bangsa yang penting dalam penyusunan kesejarahan dunia,” tukasnya.
Dengan demikian, lanjut-nya, Talaud mempunyai sum-ber daya arkeologi yang dapat membuktikan terjadinya arus migrasi bangsa dan budaya dari daratan Asia ke Taiwan, Filipina, Malaysia, Kaliman-tan Utara, Sulawesi Utara dan Pasifik, sehingga Talaud pen-ting dalam penelitian arkeo-logi.(est)
|
|